Pasar Kerja AS Melemah, 75% Pekerja Rela Terima Pemotongan Gaji

- Penulis Berita

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Kerja AS Melemah, 75% Pekerja Rela Terima Pemotongan Gaji (Ilustrasi Freepik)

Pasar Kerja AS Melemah, 75% Pekerja Rela Terima Pemotongan Gaji (Ilustrasi Freepik)

Pasar tenaga kerja AS yang melemah membuat banyak pekerja Amerika khawatir dan terpaksa menerima pemotongan gaji untuk mempertahankan pekerjaan mereka. Menurut survei TopResume, 75 persen pekerja terampil AS bersedia menerima upah lebih rendah, sementara 70 persen bersedia menerima posisi lebih rendah.

Kecemasan ini dipicu oleh situasi suram pasar tenaga kerja AS, di mana jumlah lowongan menurun drastis pasca-booming Covid-19 dan PHK meningkat. Laporan itu mencatat 66 persen responden kini masuk kategori “career cushioning”, atau bertahan demi keamanan finansial daripada mencari kepuasan kerja.

Mikki Hebl, profesor psikologi kerja dari Rice University, mengatakan perubahan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan pekerjaan baru, inflasi tinggi, dan peran AI. “Laju pertumbuhan pekerjaan baru melambat… yang semuanya membuat orang berpikir bahwa ada pekerjaan lebih dari sekadar pengangguran,” jelas Hebl.

Baca Juga :  Produksi 300 Juta Telur Nyamuk Tiap Pekan, Langkah Besar Brasil Lawan Demam Berdarah

Fenomena penerimaan pemotongan gaji ini, menurut Hebl, secara efektif mengubah dinamika pasar dari seller’s market (pekerja) menjadi buyer’s market (pemberi kerja). Perusahaan kini memiliki daya tawar lebih besar untuk menekan biaya tenaga kerja, yang dapat berdampak pada perlambatan konsumsi domestik dalam jangka panjang, katanya.

Amanda Augustine, pakar karir TopResume, memperingatkan risiko jangka panjang dari strategi bertahan ini, termasuk kehilangan momentum pengembangan keterampilan. “Downstage juga bisa menjadi loop, pengusaha mungkin berasumsi bahwa posisi saat ini mencerminkan ‘kepahaman’ kandidat,” kata Amanda Augustine.

Namun, di sisi lain, fenomena pekerja Amerika yang menerima pemotongan gaji ini juga mencerminkan pergeseran nilai pasca-pandemi. Bagi sebagian pekerja, keseimbangan hidup dan kesehatan mental kini menjadi prioritas yang lebih penting daripada sekadar mengejar jenjang karir dan pendapatan yang lebih tinggi.

Berita Terkait

Gelar Kerajaan Pangeran Andrew Dicopot Raja Charles, Andrew Diusir dari Royal Lodge
Kapal Induk Drone China ‘Sichuan’ Mulai Uji Ketapel Elektromagnetik
Stereotip Karir ‘3C’ Picu Krisis Pernikahan di Jepang
Galeri Apollo Louvre, Rumah Berlian Regent yang Dibobol
Jeep Siapkan SUV Baru di China, Hasil Kolaborasi dengan Dongfeng
Produksi 300 Juta Telur Nyamuk Tiap Pekan, Langkah Besar Brasil Lawan Demam Berdarah
China Perketat Ekspor Tanah Jarang, Trump Balas dengan Tarif Impor 100%
Astrofisikawan Harvard Ungkap Alasan di Balik Bentuk Aneh Komet Antarbintang 3I/ATLAS
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:44 WIB

Gelar Kerajaan Pangeran Andrew Dicopot Raja Charles, Andrew Diusir dari Royal Lodge

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:29 WIB

Kapal Induk Drone China ‘Sichuan’ Mulai Uji Ketapel Elektromagnetik

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Stereotip Karir ‘3C’ Picu Krisis Pernikahan di Jepang

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Pasar Kerja AS Melemah, 75% Pekerja Rela Terima Pemotongan Gaji

Senin, 20 Oktober 2025 - 10:30 WIB

Galeri Apollo Louvre, Rumah Berlian Regent yang Dibobol

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!