Jeep dikabarkan tengah menyiapkan SUV baru khusus pasar China yang akan dikembangkan bersama perusahaan otomotif lokal Dongfeng Motor Corporation. Menurut laporan media otomotif China, proyek kolaboratif ini ditargetkan meluncur pada kuartal pertama tahun 2027.
Kabar kerja sama antara Stellantis Group induk merek Jeep dan Dongfeng semakin kuat setelah serangkaian pertemuan bisnis dilakukan sepanjang tahun ini. Meskipun Stellantis telah memiliki kemitraan dengan Leapmotor, produsen mobil listrik asal China, namun kolaborasi dengan Dongfeng disebut memiliki dasar yang lebih panjang dan strategis.
Sumber industri menyebutkan bahwa SUV baru tersebut akan memanfaatkan teknologi dari merek Voyah dan M-Hero, dua lini kendaraan di bawah kendali Dongfeng yang dikenal dengan inovasi pada sistem tenaga dan fitur bantuan pengemudi. Dalam proyek ini, Stellantis akan fokus pada desain dan pengembangan merek, sementara Dongfeng bertanggung jawab atas teknologi inti, termasuk powertrain dan sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System).
Menurut rencana awal, proses pengembangan kendaraan diperkirakan memakan waktu sekitar 18 bulan, dengan uji coba dan produksi tahap awal dimulai sebelum akhir 2026. Model baru ini diyakini akan hadir dengan dua pilihan mesin plug-in hybrid dan listrik penuh menyesuaikan tren kendaraan ramah lingkungan di pasar Tiongkok.
Kerja sama ini juga menjadi tindak lanjut dari kunjungan CEO Stellantis, Antonio Filosa, ke markas Dongfeng pada Juli 2025. Dalam kunjungan tersebut, Filosa menyampaikan komitmen perusahaan untuk memperkuat kemitraan dengan produsen otomotif China, termasuk membuka peluang pengembangan teknologi bersama di sektor elektrifikasi.
Hubungan antara Stellantis dan Dongfeng sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, keduanya telah bekerja sama melalui Dongfeng Peugeot-Citroën, yang bahkan baru-baru ini memperkenalkan merek kendaraan listrik baru bernama Hedmos untuk pasar domestik.
Meskipun Jeep baru ini awalnya dirancang untuk konsumen di China, pengamat industri menilai kemungkinan ekspansi ke pasar global tetap terbuka. Dengan reputasi Jeep di segmen SUV dan kapasitas produksi Dongfeng yang besar, kolaborasi ini berpotensi menjadi langkah penting bagi Stellantis dalam memperkuat posisinya di Asia.
Untuk saat ini, belum ada rincian resmi mengenai spesifikasi teknis maupun kisaran harga. Namun, dengan arah pengembangan yang jelas menuju elektrifikasi, SUV hasil kolaborasi ini diperkirakan akan menjadi simbol babak baru Jeep di era kendaraan hijau global.






