Kapal serbu amfibi Tipe 076 China, Sichuan, dilaporkan memulai uji coba sistem peluncuran pesawat elektromagnetik (EMALS). Aktivitas pengujian ini terpantau dari citra satelit galangan kapal Hudong-Zhonghua Shanghai yang menunjukkan kapal induk drone pertama di dunia itu menghadap perairan terbuka Sungai Yangtze.
Gambar satelit terbaru per 30 Oktober 2025 menunjukkan landasan peluncuran Sichuan dalam kondisi siap pakai, dengan panel penutup ketapel telah dilepas. South China Morning Post melaporkan kapal itu diterangi lampu pada malam hari dan Otoritas Maritim Shanghai menetapkan zona pengecualian di area tersebut hingga 29 Oktober, mengindikasikan persiapan tes EMALS sedang berlangsung.
Kapal induk drone Sichuan, yang diluncurkan akhir 2023, kini dipastikan menggunakan teknologi ketapel elektromagnetik canggih. Teknologi EMALS ini memungkinkan peluncuran drone tempur siluman GJ-11 dan pesawat berawak secara lebih cepat, senyap, dan hemat energi dibandingkan sistem uap tradisional.
Penggunaan EMALS pada kapal serbu amfibi Tipe 076 ini, menurut analis militer, merupakan lompatan strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemampuan meluncurkan drone tempur sayap tetap dari kapal non-induk akan memberi China fleksibilitas operasional ekstrem, mengubah dinamika kekuatan angkatan laut di kawasan Indo-Pasifik secara fundamental, katanya.
Sichuan, dengan bobot 40.000 ton, menggabungkan kemampuan kapal serbu amfibi pengangkut pasukan dengan fleksibilitas kapal induk ringan pembawa drone. Pengalaman China dari kapal induk Fujian, yang juga menggunakan EMALS, kini tampaknya diterapkan langsung ke Sichuan.
Uji coba sistem EMALS di galangan kapal Shanghai ini menandai dimulainya era baru peperangan drone angkatan laut. Keberhasilan operasional kapal induk drone Sichuan akan menjadi platform uji coba vital bagi China, mengukuhkan dominasi mereka dalam teknologi peluncuran elektromagnetik dan taktik tempur tak berawak di masa depan.






