Galeri Apollo (Galerie d’Apollon) di Museum Louvre, Paris, menjadi sorotan setelah aksi perampokan pada 19 Oktober lalu. Ruangan megah ini dikenal sebagai salah satu galeri terpopuler yang menyimpan koleksi Perhiasan Mahkota Prancis (French Crown Jewels).
Galeri ini merupakan simbol kekuatan Raja Louis XIV yang membandingkan dirinya dengan Dewa Matahari, Apollo. Galeri Apollo dibangun kembali atas perintahnya pada 1661 setelah kebakaran, dengan desain mewah oleh Charles Le Brun yang menggambarkan perjalanan Dewa Matahari.
Galeri Apollo menyimpan koleksi batu permata kerajaan, termasuk mineral langka seperti agate, giok, dan kristal batu. Harta karun utama di dalamnya adalah Berlian Regent 140 karat, salah satu yang paling murni di dunia, serta Spinel Cote de Bretagne, permata tertua dalam koleksi.
Keberadaan koleksi ini, menurut sejarawan seni, bukan hanya pameran kemewahan tetapi juga penanda sejarah kekuasaan Prancis selama berabad-abad. Setiap permata di Galeri Apollo menjadi saksi bisu naik turunnya monarki, dari era Louis XIV hingga Napoleon, yang membuatnya tak ternilai harganya, katanya.
Dalam insiden 19 Oktober, perampok berhasil membobol lemari kaca dan mencuri sembilan artefak, termasuk mahkota dan bros dari era Napoleon. Pihak museum mengonfirmasi bahwa Berlian Regent yang ikonik dipastikan tetap aman dan tidak ikut tercuri dalam aksi tersebut.
Perampokan di Galeri Apollo menjadi ironi tragis bagi ruangan yang dijuluki “Matahari, Emas, dan Berlian” sebagai simbol kekuatan Louis XIV. Insiden ini membuktikan bahwa harta karun bersejarah, sekalipun di Museum Louvre, tetap rentan terhadap ancaman kejahatan modern yang terorganisir.






