Sebuah ledakan besar mengguncang kilang minyak Chevron di El Segundo, California, pada Kamis malam (2/10/2025). Insiden mengerikan itu menciptakan bola api raksasa yang terlihat dari berbagai penjuru kota dan memicu kepanikan warga sekitar.
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.35 waktu setempat. Getarannya begitu kuat hingga dirasakan seperti gempa kecil. Tak lama setelah itu, kobaran api melahap sebagian besar area pabrik dan terus menyala berjam-jam.
Kilang Chevron El Segundo terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Los Angeles (LAX), salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat. Posisi ini membuat warga sekitar panik, khawatir kebakaran bisa mengganggu aktivitas penerbangan maupun membahayakan permukiman.
Gambar dari siaran langsung memperlihatkan langit El Segundo diselimuti asap pekat dengan api yang membubung tinggi. Ratusan orang keluar rumah dan memadati jalanan untuk menyaksikan kobaran api yang luar biasa besar.
Pemerintah setempat segera mengeluarkan imbauan agar warga tetap di dalam rumah, menutup rapat pintu dan jendela untuk menghindari paparan asap beracun.
Wali Kota El Segundo, Chris Pimentel, menyatakan tim pemadam kebakaran berhasil tiba hanya beberapa menit setelah insiden. Jarak markas pemadam yang hanya sekitar 400 meter dari gerbang kilang membantu respons cepat untuk mencegah api meluas lebih jauh.
“Penyelidikan penyebab ledakan akan segera dilakukan. Fokus utama saat ini adalah memastikan api benar-benar terkendali,” ujar Pimentel.
Pejabat Los Angeles menambahkan, peringatan kualitas udara sudah dikeluarkan karena asap berpotensi memengaruhi kesehatan warga di sekitar El Segundo dan wilayah sekitarnya.
Badan Manajemen Lingkungan California Selatan melaporkan sejauh ini kadar toksik di udara masih dalam batas aman. Meski demikian, otoritas memperingatkan bahwa hasil pemantauan bisa berubah ketika asap mulai mereda.
Chevron dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun cedera akibat ledakan ini. Pihak perusahaan berjanji akan bekerja sama penuh dalam investigasi dan menjamin keamanan pekerja serta masyarakat sekitar.
Sementara itu, pihak Bandara LAX memastikan aktivitas penerbangan tidak terganggu. Semua jadwal keberangkatan dan kedatangan berjalan normal meski lokasi kilang sangat dekat dengan area bandara.
Diketahui, kilang Chevron El Segundo sudah beroperasi sejak 1911 dan menjadi salah satu fasilitas energi tertua di Amerika Serikat. Kilang ini mampu memproses hingga 290.000 barel minyak mentah per hari.
Sebagai kilang terbesar di Pantai Barat, fasilitas tersebut memproduksi berbagai bahan bakar vital, mulai dari bensin, solar, hingga avtur untuk pesawat. Insiden besar seperti ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang keselamatan fasilitas energi tua yang masih beroperasi di tengah kawasan padat penduduk.






