Seorang pria berusia 65 tahun di Vietnam berhasil didiagnosis menderita dua jenis kanker sekaligus kanker lambung dan kanker usus besar pada tahap awal, setelah memeriksakan diri karena keluhan sakit perut bagian atas. Kasus langka ini diungkap oleh Prof. Dr. Pham Cam Phuong, Direktur Pusat Pengobatan Nuklir dan Onkologi Rumah Sakit Bach Mai, pada 6 Oktober 2025.
Pasien awalnya datang dengan gejala gangguan pencernaan dan nyeri di sekitar daerah epigastrium (pusar bagian atas). Setelah dilakukan endoskopi dan biopsi, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dua tumor ganas yang berbeda, yakni gastric ganglophal carousel (kanker lambung) dan karsinoma kolon (kanker usus besar), keduanya masih dalam tahap awal.
Menurut Dr. Phuong, temuan ini termasuk sangat langka karena mendeteksi dua jenis kanker gastrointestinal secara bersamaan di tahap awal hampir tidak pernah terjadi. Beruntung, hasil pemeriksaan menunjukkan tumor belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain, sehingga peluang penyembuhan pasien masih sangat besar.
Tim medis kemudian memutuskan melakukan operasi laparoskopi di bawah mukosa (Endoscopic Submucosal Dissection/ESD). Teknik bedah minimal invasif ini memungkinkan pengangkatan tumor secara menyeluruh tanpa harus mengorbankan fungsi utama lambung dan usus besar. Setelah operasi, hasil pemeriksaan lanjutan memastikan bahwa tidak ada lagi jaringan ganas tersisa.
“Kasus ini menjadi bukti kuat pentingnya skrining dini kanker saluran pencernaan. Jika diagnosis terlambat, penyakit bisa berkembang diam-diam hingga stadium lanjut, yang membuat pengobatan lebih sulit dan menurunkan harapan hidup pasien secara signifikan,” ujar Dr. Phuong menegaskan.
Secara global, kanker lambung dan kanker kolorektal termasuk jenis kanker paling umum. Berdasarkan data Globocan 2022, di Vietnam kanker kolorektal menempati peringkat keempat untuk kasus baru dan kelima dalam angka kematian. Sementara kanker lambung berada di peringkat kelima untuk insiden baru dan ketiga untuk angka kematian.
Kedua jenis kanker ini memiliki gejala awal yang sering samar, seperti nyeri perut ringan, gangguan pencernaan, atau keluhan yang mirip dengan sakit maag. Karena itu, para dokter menyarankan masyarakat terutama mereka yang berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan kanker, polip, atau sakit maag kronis — agar melakukan pemeriksaan endoskopi secara berkala.
Deteksi dini memungkinkan pengobatan yang lebih efektif dan peluang kesembuhan jauh lebih tinggi. “Semakin cepat ditemukan, semakin besar kemungkinan pasien sembuh total,” tutup Dr. Phuong.






