Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana turun langsung meninjau pelaksanaan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Sukabumi. Kegiatan ini berlangsung pada 3 Oktober 2025 dengan lokasi peninjauan di Kelurahan Cikondang, Sindangsari, dan Selabatu.
Program renovasi Rutilahu menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Sukabumi. Menurut Ayep Zaki, tahun ini target renovasi mencapai 267 unit rumah. Pembiayaan bersumber dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kontribusi dari Pemerintah Kota Sukabumi sendiri.
Sejauh ini, tercatat 194 unit rumah telah menerima bantuan renovasi. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ikut mendukung dengan memberikan bantuan senilai Rp 74 juta. Pemerintah Kota juga menambah kemudahan melalui pembebasan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung untuk 140 unit rumah penerima program.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa perbaikan rumah warga bukan hanya sekadar renovasi fisik. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan sehat.
Dukungan program ini juga terasa di tingkat kelurahan. Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Cikondang, Sarjono Umar Dani, menjelaskan bahwa di wilayahnya ada 25 unit rumah di enam RW yang memperoleh bantuan renovasi.
Rinciannya, tiap unit rumah menerima bantuan Rp 20 juta. Dana tersebut terbagi menjadi Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan, Rp 2 juta untuk biaya tenaga kerja, dan sisanya digunakan untuk administrasi serta operasional.
Sarjono menambahkan, salah satu lokasi yang sempat ditinjau Wali Kota berada di RW 8. Menurutnya, meski anggaran terbatas, hasil renovasi tetap bisa berdiri dengan baik. Hal ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota yang menilai pemanfaatan dana dilakukan secara efektif.
“Bantuan ini sifatnya stimulan. Targetnya tentu bisa selesai secepatnya agar warga segera merasakan manfaatnya,” ujar Sarjono.
Program Rutilahu sendiri dirancang bukan hanya memberi bantuan dana, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungannya. Skema gotong royong menjadi salah satu kunci agar hasil renovasi lebih maksimal meski biaya terbatas.
Data terbaru menunjukkan, progres pembangunan rumah penerima bantuan di berbagai titik sudah mencapai kisaran 30 hingga 75 persen. Hal ini membuktikan bahwa pengerjaan berjalan sesuai rencana meskipun kondisi lapangan beragam.
Ayep Zaki menekankan pentingnya percepatan agar target renovasi 267 rumah di tahun ini dapat tercapai. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, Baznas, serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menambahkan bahwa Pemkot akan terus memantau perkembangan renovasi. Kehadiran pejabat dalam peninjauan lapangan diharapkan memberi motivasi bagi pelaksana maupun penerima bantuan untuk menyelesaikan pembangunan dengan baik.
Renovasi rumah tidak layak huni ini menjadi langkah nyata dalam mengatasi masalah perumahan warga berpenghasilan rendah. Dengan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat Sukabumi semakin meningkat dan kesenjangan sosial dapat ditekan.
Dalam kunjungannya, Ayep Zaki juga menegaskan kembali komitmen Pemkot untuk terus memperjuangkan hak masyarakat atas hunian layak. Ia percaya, dengan adanya program seperti ini, wajah Kota Sukabumi akan semakin berubah menjadi kota yang ramah, sehat, dan nyaman dihuni.






