Pengelola SPPG Minta Maaf atas Insiden Keracunan Massal di Tulungagung

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengelola SPPG

Pengelola SPPG

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Gusti Maringi Mukti di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menyampaikan permintaan maaf atas insiden keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu.

Akibat kejadian tersebut, kegiatan operasional SPPG dihentikan sementara untuk proses evaluasi. Kepala SPPG Desa Tanggung Fatkurrohman mengatakan pihaknya menyesalkan insiden yang menimpa 68 siswa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim lembaganya.

“Kami sangat prihatin dan menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak. Ke depan kami akan lebih berhati-hati dan melakukan evaluasi agar kualitas menu MBG lebih terjamin,” ujarnya, Rabu.

“Upaya ini, menurut Fatkurrohman, bukan hanya untuk memperbaiki sistem penyediaan makanan, tetapi juga memastikan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi tetap terjaga. Setiap masukan dari sekolah dan orang tua akan menjadi bahan perbaikan bagi layanan gizi ke depan,” katanya.

Baca Juga :  Jembatan Kali Belo di Batang Akan Direkonstruksi 2026, BPBD Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan

Fatkur menjelaskan, lembaganya selama ini mampu menyiapkan 3.292 porsi MBG untuk sejumlah sekolah di Tulungagung. Menu yang dikirim ke SMPN 1 Boyolangu sebanyak 1.120 porsi dan merupakan pengiriman perdana. “Itu pengiriman pertama kali ke SMPN 1 Boyolangu, jadi kami sangat kaget atas kejadian tersebut,” katanya.

Perwakilan Yayasan Gusti Maringi Mukti, Siti Hanifah, juga menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa seluruh menu telah melalui uji coba oleh tim ahli gizi sebelum didistribusikan. “Menu nasi kuning ayam kecap yang disajikan juga sempat dicicipi oleh tim ahli gizi, dan kondisinya masih layak konsumsi. Bahkan perwakilan kami juga memeriksa ulang di malam hari dan hasilnya tidak menunjukkan tanda-tanda basi,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 68 siswa SMPN 1 Boyolangu mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang dikirim SPPG pada Selasa (14/10). Mereka sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat dan kini sebagian besar telah membaik.

Berita Terkait

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran
Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi
Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat
Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar
800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha
Penindakan ETLE Jatim Naik 307 Persen, Kakorlantas Target 1.000 Kamera
Hubungan Pemkot dan DPRD Sukabumi Diperkuat Usai Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf
Pemkot Serang Perluas Kuota Beasiswa, Dorong Akses Pendidikan bagi Pelajar Kurang Mampu

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:43 WIB

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!