Serangan Ukraina Balas Dendam: Drone Hantam Moskow, Engels-2 Dibom!

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 16 Oktober 2025 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan Ukraina Balas Dendam: Drone Hantam Moskow, Engels-2 Dibom!

Serangan Ukraina Balas Dendam: Drone Hantam Moskow, Engels-2 Dibom!

Ukraina melancarkan serangan signifikan terhadap Pangkalan Udara Engels-2 di Rusia, salah satu instalasi utama Moskow, pada Minggu (23/3/2025). Tindakan ini terjadi di tengah berlanjutnya gempuran serangan udara dan rudal Rusia ke wilayah Ukraina. Sementara itu, pasukan Ukraina juga mengklaim telah berhasil merebut kembali sebuah desa di Luhansk, di saat ibu kota Kiev dilanda serangan drone masif Rusia yang menewaskan tiga orang.

Serangan balasan Ukraina tersebut, seperti dilaporkan BBC, secara tepat menargetkan Pangkalan Udara Engels-2. Peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi Moskow, mengingat pangkalan tersebut berlokasi jauh di dalam teritorial Rusia dan merupakan markas utama bagi pesawat pembom strategis serta berfungsi sebagai titik pengisian bahan bakar yang krusial. Engels-2 juga disebut Ukraina menyimpan berbagai persenjataan penting, termasuk rudal jelajah subsonik Kh-101 yang diluncurkan dari udara, yang nilainya mencapai jutaan dolar per unit dan kerap digunakan dalam serangan malam hari.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa serangan drone terhadap Engels berhasil menghancurkan fasilitas penyimpanan amunisi. Citra satelit Maxar sebelum dan sesudah operasi bahkan merinci skala kerusakan yang terjadi. Letnan Andriy Kovalenko, Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, menuturkan melalui Telegram, “Di Engels, Rusia kehilangan rudal, termasuk Kh-101, sebagai akibat dari serangan itu. Jumlahnya akan dijelaskan nanti. Lapangan terbang ini menyimpan jumlah rudal terbanyak yang digunakan oleh penerbangan strategis untuk menyerang Ukraina.”

Baca Juga :  Donat Labu Kuning Kekinian: 3 Resep Empuk Bikin Nagih!

Berbeda dengan operasi militer Rusia yang mengandalkan serangan berskala besar, Ukraina dengan sumber daya yang jauh lebih terbatas, harus memfokuskan serangannya pada instalasi militer utama yang bernilai strategis. Rusia, di sisi lain, diperkirakan akan terus melanjutkan serangan malam harinya. Tujuannya adalah untuk mengalahkan sistem pertahanan udara dan peperangan elektronik yang digunakan Kiev dalam upaya menangkal invasi pesawat tak berawak.

Rebut Desa di Luhansk

Dalam perkembangan perang lainnya, Angkatan Darat Ukraina mengklaim telah merebut kembali Nadiya, sebuah desa strategis di wilayah Luhansk, Ukraina timur. Dalam sebuah unggahan di Telegram, mereka menyebutkan bahwa operasi perebutan Nadiya berlangsung selama 30 jam, dengan keberhasilan merebut kembali wilayah seluas tiga kilometer persegi. Postingan tersebut juga menyertakan video pertempuran yang menampilkan aksi tank-tank tempur. Meskipun demikian, rekaman tersebut belum diverifikasi secara independen.

Baca Juga :  Sentul City Raup Rp 836,9 Miliar: Pertanda Baik Investasi Properti?

Sejak awal konflik, Rusia pada dasarnya telah menguasai hampir seluruh wilayah Luhansk, yang merupakan tujuan strategis utama dalam invasi Presiden Putin ke Ukraina. Saat ini, sebagian besar Luhansk masih berada di bawah kendali militer Rusia.

Tiga Tewas dalam Serangan Rusia di Kiev

Sebagai balasan, serangan Rusia terhadap Ukraina pada Minggu dini hari menewaskan tiga orang di Kiev dan melukai beberapa lainnya, menurut pejabat setempat. Seorang saksi mata menceritakan kepanikan saat puing-puing menghantam sebuah blok apartemen, menyebabkan “semua orang mulai berteriak dan berlarian.”

Angkatan Udara Ukraina melaporkan telah menembak jatuh 97 dari 147 pesawat tak berawak Rusia yang diluncurkan ke berbagai penjuru negeri. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan bahwa pihaknya menembak jatuh hampir 60 pesawat tak berawak Ukraina. Mereka juga mengumumkan satu orang tewas setelah sebuah mobil terbakar pasca-serangan tersebut.

Baca Juga :  Pernikahan Campuran di Korea Selatan Melonjak: Apa Dampaknya?

Menyusul serangan di ibu kota negaranya, Presiden Ukraina Zelensky telah menyerukan peningkatan tekanan terhadap Rusia. Hal ini terjadi setelah Kremlin mengindikasikan bahwa mereka semakin dekat dengan potensi pertemuan tatap muka antara Trump dan Putin. Namun, juru bicara Kremlin menegaskan perlunya pembicaraan teknis yang “sulit” sebelum pertemuan tersebut dapat berlanjut.

Delegasi Amerika Serikat dan Ukraina dijadwalkan bertemu di Arab Saudi pada Minggu, sebagai bagian dari upaya Washington untuk menengahi diakhirinya konflik. Pada hari Senin, AS juga diperkirakan akan bertemu dengan mitranya dari Rusia. Di sisi lain, Putin telah menolak seruan bersama AS-Ukraina untuk jeda penuh dan segera selama 30 hari, sebaliknya hanya mengusulkan penghentian serangan terhadap fasilitas energi saja.

Berita Terkait

Ekonomi Terancam? LPEM UI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan!
Banding FAM Ditolak FIFA: Pengacara Top Pun Terkejut!
LQ45: Analisis Harga, Kinerja, dan Rekomendasi Saham Terbaru
Buyback Emas Antam Melonjak! Ini Waktu yang Tepat untuk Jual?
Laba Telkom Anjlok! Analis Ungkap Peluang Investasi TLKM
Emas Tertekan: The Fed Bikin Harga Emas Goyah?
Likuiditas BI Mengalir: Inflasi Mengintai?
Likuiditas BI & Purbaya: Inflasi Mengintai?

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 07:37 WIB

Ekonomi Terancam? LPEM UI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan!

Selasa, 4 November 2025 - 01:21 WIB

Banding FAM Ditolak FIFA: Pengacara Top Pun Terkejut!

Senin, 3 November 2025 - 00:48 WIB

LQ45: Analisis Harga, Kinerja, dan Rekomendasi Saham Terbaru

Minggu, 2 November 2025 - 05:40 WIB

Buyback Emas Antam Melonjak! Ini Waktu yang Tepat untuk Jual?

Sabtu, 1 November 2025 - 09:37 WIB

Laba Telkom Anjlok! Analis Ungkap Peluang Investasi TLKM

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!