Sentul City Raup Rp 836,9 Miliar: Pertanda Baik Investasi Properti?

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Sentul City Tbk berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang Januari hingga September 2025. Perusahaan pengembang properti ini membukukan laba sebesar Rp 74,15 miliar pada kuartal III 2025, melonjak drastis 186,2 persen secara tahunan. Tidak hanya itu, pendapatan perseroan juga tumbuh signifikan 96,2 persen, mencapai angka Rp 836,9 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Peningkatan impresif ini, menurut Corporate Secretary Sentul City Supriyana, tidak terlepas dari sejumlah faktor pendorong utama. “Didorong oleh peningkatan dari serah terima unit dan kepercayaan pasar terhadap PT Sentul City Tbk,” jelasnya dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia, dikutip Selasa, 28 Oktober 2025.

Supriyana menuturkan, pertumbuhan pendapatan perseroan terutama ditopang oleh segmen penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen. Segmen vital ini menunjukkan lonjakan hingga 183,85 persen secara tahunan, menyumbangkan kontribusi sebesar Rp 648,72 miliar.

Baca Juga :  Strategi Menperin Agus Gumiwang Pacu Industri Tekstil Nasional

Selain itu, segmen hotel, restoran, dan taman hiburan turut berkontribusi signifikan dengan pendapatan Rp 135,85 miliar. Di sisi lain, segmen pengelolaan kota juga memberikan sumbangan sebesar Rp 52,41 miliar terhadap total pendapatan. “Kombinasi dari kinerja ketiga segmen ini memperlihatkan kemampuan perseroan dalam menjaga diversifikasi sumber pendapatan sekaligus memperkuat pondasi bisnis yang berkelanjutan,” tegas Supriyana.

Analisis terhadap pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi Sentul City dalam mendiversifikasi portofolio bisnis telah membuahkan hasil optimal. Keseimbangan antara pengembangan properti residensial dan komersial yang didukung oleh layanan perhotelan serta pengelolaan kota, menjadi kunci keberlanjutan bisnis. Langkah tersebut tidak hanya memperkuat posisi keuangan perusahaan, melainkan juga membangun citra sebagai pengembang yang responsif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan konsumen modern, yang pada akhirnya memupuk kepercayaan investor.

Supriyana lebih lanjut mengungkapkan bahwa kinerja cemerlang perseroan juga didukung oleh peningkatan permintaan di berbagai proyek hunian Sentul City. Sejumlah klaster favorit, termasuk Spring Valley Extension, Centronia Residence, Spring Residence, Spring Garden, dan Saffron Noble Apartment, dilaporkan masih tersedia dan menunjukkan daya serap pasar yang sangat positif.

Baca Juga :  Emas Tertekan: The Fed Bikin Harga Emas Goyah?

“Menariknya, mayoritas pembeli berasal dari kalangan usia di bawah 43 tahun yang mencerminkan minat tinggi dari generasi muda dan keluarga muda terhadap hunian yang dihadirkan oleh Sentul City di mana para pembeli menyukai hunian bernuansa resort,” kata Supriyana, menyoroti profil demografi pembeli yang menunjukkan relevansi produk Sentul City di segmen pasar yang lebih muda.

Melihat prospek ke depan, Supriyana mengimbuhkan, Sentul City berkomitmen penuh untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempertahankan kepercayaan konsumen. Perseroan berencana untuk terus menghadirkan proyek-proyek yang relevan dengan kebutuhan pasar. Saat ini, Sentul City tengah mempersiapkan peluncuran dua proyek baru pada tahun 2026, yaitu Spring Hill, Spring Garden Tahap 2, dan beberapa ruko komersial.

“Dengan dukungan fundamental yang kuat, peningkatan penjualan di seluruh lini bisnis, serta pengelolaan keuangan yang solid, perseroan optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif hingga akhir 2025,” pungkas Supriyana, menggarisbawahi keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan.

Berita Terkait

Ekonomi Terancam? LPEM UI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan!
Banding FAM Ditolak FIFA: Pengacara Top Pun Terkejut!
LQ45: Analisis Harga, Kinerja, dan Rekomendasi Saham Terbaru
Buyback Emas Antam Melonjak! Ini Waktu yang Tepat untuk Jual?
Laba Telkom Anjlok! Analis Ungkap Peluang Investasi TLKM
Emas Tertekan: The Fed Bikin Harga Emas Goyah?
Likuiditas BI Mengalir: Inflasi Mengintai?
Likuiditas BI & Purbaya: Inflasi Mengintai?

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 07:37 WIB

Ekonomi Terancam? LPEM UI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan!

Selasa, 4 November 2025 - 01:21 WIB

Banding FAM Ditolak FIFA: Pengacara Top Pun Terkejut!

Senin, 3 November 2025 - 00:48 WIB

LQ45: Analisis Harga, Kinerja, dan Rekomendasi Saham Terbaru

Minggu, 2 November 2025 - 05:40 WIB

Buyback Emas Antam Melonjak! Ini Waktu yang Tepat untuk Jual?

Sabtu, 1 November 2025 - 09:37 WIB

Laba Telkom Anjlok! Analis Ungkap Peluang Investasi TLKM

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!