Komet Antarbintang 3I/ATLAS Ditemukan Memancarkan Logam Berat Secara Misterius

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 6 Oktober 2025 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komet Antarbintang 3I/ATLAS Ditemukan Memancarkan Logam Berat Secara Misterius (Foto referensi: Ye Aung Thu / AFP)

Komet Antarbintang 3I/ATLAS Ditemukan Memancarkan Logam Berat Secara Misterius (Foto referensi: Ye Aung Thu / AFP)

Objek antarbintang 3I/ATLAS kembali mengejutkan dunia astronomi. Pengamatan terbaru menggunakan Very Large Telescope (VLT) di Chili mengungkap bahwa komet ini melepaskan sejumlah besar logam berat, terutama nikel dan besi, dengan cara yang tidak sesuai dengan model pembentukan komet yang dikenal saat ini. Fenomena tersebut membuat para ilmuwan kebingungan karena perilakunya benar-benar berbeda dari komet biasa di tata surya.

Komet ini, yang sebelumnya sudah menarik perhatian karena bersinar 40 kali lebih terang dari perkiraan dan memiliki ekor yang justru mengarah ke Matahari, kini kembali menjadi misteri ilmiah. Para peneliti menemukan bahwa rasio nikel terhadap besi di 3I/ATLAS jauh lebih tinggi daripada komet mana pun yang pernah diamati bahkan melampaui 2I/Borisov, satu-satunya komet antarbintang lain yang telah diteliti secara mendalam.

Menurut hasil pengamatan, njelas nikel terdeteksi terus-menerus, sementara besi hanya muncul ketika komet mendekati Matahari. Hal ini sangat aneh karena, seperti dicatat Daily Mail, pada jarak sejauh ini komet seharusnya terlalu dingin untuk melepaskan logam berat.

Baca Juga :  Gelar Kerajaan Pangeran Andrew Dicopot Raja Charles, Andrew Diusir dari Royal Lodge

Para penulis studi menulis, “Ini sangat membingungkan,” seraya menegaskan bahwa rasio nikel-besi yang tak lazim ini menantang teori pembentukan dan aktivitas komet yang berlaku saat ini.

Para ilmuwan mengajukan beberapa hipotesis untuk menjelaskan fenomena ini. Salah satunya, komet mungkin mengandung senyawa logam yang sangat langka atau memiliki titik panas di permukaannya yang memungkinkan pelepasan logam

. Kemungkinan lain, 3I/ATLAS memiliki komposisi kimia yang berbeda dari kebanyakan komet, atau mengandung jumlah besar oksida karbon yang memicu proses termal tak biasa. Namun, mereka juga mengakui bahwa asal-usul perilaku aneh ini masih menjadi misteri.

3I/ATLAS merupakan objek antarbintang ketiga yang diketahui melintasi tata surya kita, setelah ‘Oumuamua (2017) dan 2I/Borisov (2019). Objek ini diyakini terbentuk di sistem bintang lain, sebelum terlempar ke ruang antarbintang dan mengembara selama jutaan hingga miliaran tahun hingga akhirnya tiba di tata surya.

Baca Juga :  Pemerintah AS Ditutup, Bandara California Lumpuh Tanpa Pengendali Lalu Lintas Udara

Yang membuatnya lebih menarik, nikkel terdeteksi dari jarak sekitar 580 juta kilometer dari Matahari, jauh sebelum unsur lain seperti besi atau sianogen muncul. Fakta ini menunjukkan bahwa komet memiliki komposisi kimia yang sangat unik, mendukung teori bahwa 3I/ATLAS mengandung karbon dioksida dalam jumlah jauh lebih tinggi dibandingkan air ciri khas yang belum pernah ditemukan di komet lokal.

3I/ATLAS saat ini bergerak dalam orbit hiperbolik, menandakan bahwa ia tidak terikat gravitasi Matahari dan hanya melintas sekali sebelum kembali ke ruang antarbintang. Ia bergerak dengan kecepatan luar biasa sekitar 58 km/detik (208.800 km/jam) menjadikannya objek antarbintang tercepat yang pernah terdeteksi.

Menurut perhitungan, komet ini akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion) pada Oktober 2025, melintas di antara orbit Bumi dan Mars, sebelum keluar dari tata surya untuk selamanya.

Baca Juga :  Produksi 300 Juta Telur Nyamuk Tiap Pekan, Langkah Besar Brasil Lawan Demam Berdarah

Para ilmuwan berharap penelitian terhadap 3I/ATLAS dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana komet terbentuk di luar tata surya dan bagaimana unsur logam berat berperilaku dalam kondisi dingin ekstrem. Perbandingan antara proporsi logam di 3I/ATLAS dan komet lokal diharapkan mampu menjawab sebagian misteri tentang asal-usul materi antarbintang dan evolusi kimia alam semesta.

Berita Terkait

Gelar Kerajaan Pangeran Andrew Dicopot Raja Charles, Andrew Diusir dari Royal Lodge
Kapal Induk Drone China ‘Sichuan’ Mulai Uji Ketapel Elektromagnetik
Stereotip Karir ‘3C’ Picu Krisis Pernikahan di Jepang
Pasar Kerja AS Melemah, 75% Pekerja Rela Terima Pemotongan Gaji
Galeri Apollo Louvre, Rumah Berlian Regent yang Dibobol
Jeep Siapkan SUV Baru di China, Hasil Kolaborasi dengan Dongfeng
Produksi 300 Juta Telur Nyamuk Tiap Pekan, Langkah Besar Brasil Lawan Demam Berdarah
China Perketat Ekspor Tanah Jarang, Trump Balas dengan Tarif Impor 100%

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:44 WIB

Gelar Kerajaan Pangeran Andrew Dicopot Raja Charles, Andrew Diusir dari Royal Lodge

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:29 WIB

Kapal Induk Drone China ‘Sichuan’ Mulai Uji Ketapel Elektromagnetik

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Stereotip Karir ‘3C’ Picu Krisis Pernikahan di Jepang

Kamis, 23 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Pasar Kerja AS Melemah, 75% Pekerja Rela Terima Pemotongan Gaji

Senin, 20 Oktober 2025 - 10:30 WIB

Galeri Apollo Louvre, Rumah Berlian Regent yang Dibobol

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!