Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 4 November 2025 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

KanalHarian.com – Dunia sepak bola Malaysia kembali tercoreng. Seorang pemain naturalisasi ditangkap oleh polisi Thailand atas dugaan pembunuhan. Kasus ini menambah daftar panjang masalah yang melanda sepak bola Negeri Jiran.

Kabar ini bermula dari insiden penembakan seorang pria berkewarganegaraan Malaysia di Golok, Thailand, yang sempat viral beberapa waktu lalu. Pihak berwenang memastikan bahwa pelaku penembakan adalah seorang mantan pesepak bola yang berstatus pemain naturalisasi Malaysia.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Kelantan, Datu Mohd Yusoff Mamat, dalam sebuah konferensi pers pekan lalu. Tersangka, yang berusia 30-an, diketahui memiliki paspor Thailand. Ia menyerahkan diri di kantor polisi Sungai Golok dan kini telah ditahan.

Menurut laporan New Straits Times, pihak berwenang Thailand dan Kelantan telah melakukan pelacakan terhadap keberadaan pria tersebut sebelum penyerahan diri.

Korban penembakan, Mohd Fuad Fahmi Ghazali, tewas setelah ditembak akibat perselisihan dengan tersangka. Sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Fahmi tak tertolong akibat luka parah yang disebabkan oleh 18 tembakan di tubuhnya.

Baca Juga :  Evaluasi Kinerja 10 Kementerian Prabowo: Kemenkeu Purbaya Unggul?

Fahmi dimakamkan pada Minggu, 2 November 2025, meninggalkan seorang istri dan anak yang masih dalam kandungan.

“Berdasarkan penyelidikan, kami mengidentifikasi tersangka sebagai mantan pemain sepak bola naturalisasi yang pernah bermain untuk klub Kelantan,” ungkap Mamat. “Kami mencarinya, selain mendirikan pos pemeriksaan, saya menginstruksikan unit manajemen perbatasan untuk meningkatkan pengawasan.”

Fakta lain yang mencengangkan adalah catatan kriminal tersangka. Pemain naturalisasi tersebut ternyata telah melakukan empat pelanggaran terkait narkoba sejak tahun 2020. Meski demikian, Mamat belum dapat menjelaskan secara rinci motif pembunuhan yang dilakukan oleh mantan pemain naturalisasi itu.

Hingga saat ini, baik kepolisian Thailand maupun Malaysia belum merilis identitas pemain naturalisasi yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan ini.

“Pria tersebut terlihat terlibat dalam penyalahgunaan dan kepemilikan narkoba sejak tahun 2020,” kata Mamat. Ia menambahkan, “Dia memasuki Thailand menggunakan izin perbatasan kemarin pagi (1 November).”

Baca Juga :  Sekolah Kelola Mandiri MBG? DPR Dukung Konsep Dapur Sekolah!

Citra Naturalisasi yang Tercoreng

Kasus ini semakin memperburuk citra program naturalisasi di Malaysia, terutama setelah skandal pemalsuan dokumen yang dibongkar oleh FIFA. Malaysia saat ini masih menunggu putusan banding FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia) atas sanksi FIFA terhadap federasi dan tujuh pemain naturalisasi palsu.

Publik Malaysia dilanda kekhawatiran dan kecemasan akan nasib sepak bola mereka di masa depan. Negara tersebut berpotensi mendapatkan hukuman tambahan jika tetap tidak mengakui pemalsuan dokumen. Bukti-bukti kuat yang dikeluarkan FIFA, khususnya terkait akta kelahiran kakek-nenek tujuh pemain naturalisasi yang bukan berasal dari Malaysia, semakin memperburuk keadaan.

Seorang pengamat sepak bola Malaysia berkomentar, “Kasus ini seperti puncak gunung es dari masalah yang lebih besar. Bukan hanya soal kriminalitas individu, tetapi juga tentang integritas proses naturalisasi itu sendiri. Publik mulai mempertanyakan, apakah kita terlalu mudah memberikan kewarganegaraan? Apakah kita cukup ketat dalam melakukan verifikasi latar belakang? Jangan sampai kasus seperti ini terulang, karena akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap sepak bola nasional.”

Baca Juga :  Willie Salim Dituduh Setting Rendang Ludes? Ini Reaksi Netizen!

Di tengah sorotan tajam terhadap program naturalisasi, muncul pula perdebatan mengenai pembinaan pemain muda lokal. Beberapa pihak menilai, Malaysia seharusnya lebih fokus mengembangkan bakat-bakat muda di liga domestik daripada terus mengandalkan pemain naturalisasi. Langkah tersebut dinilai lebih berkelanjutan dan dapat membangun identitas sepak bola Malaysia yang lebih kuat.

Berita Terkait

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?
Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba
Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?
Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?
Onadio Leonardo Diciduk Polisi, Ganja Jadi Barang Bukti
Onadio Leonardo Terjerat Narkoba: Karir di Ujung Tanduk?
Vaksin Influenza Belum Gratis, Kemenkes Kaji Masuk Program Imunisasi Nasional
16 Kandidat DEN Prabowo: DPR Segera Verifikasi?

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 08:01 WIB

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?

Selasa, 4 November 2025 - 00:34 WIB

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

Senin, 3 November 2025 - 19:31 WIB

Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba

Minggu, 2 November 2025 - 05:12 WIB

Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?

Sabtu, 1 November 2025 - 21:16 WIB

Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!