Vaksin Influenza Belum Gratis, Kemenkes Kaji Masuk Program Imunisasi Nasional

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Vaksin (Freepik)

Ilustrasi Vaksin (Freepik)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengkaji opsi memasukkan vaksin influenza ke dalam program imunisasi nasional agar dapat diakses gratis oleh publik. Saat ini, vaksinasi influenza yang sudah memiliki izin edar, termasuk produk dalam negeri, masih bersifat mandiri atau berbayar, di tengah kenaikan kasus tipe AH3.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, membenarkan hal ini di Jakarta, Kamis (30/10/2025). “Memang belum masuk ke dalam program imunisasi nasional. Jadi masih sangat dibutuhkan perjuangan,” kata Prima Yosephine. Ia menjelaskan, kajian ini krusial untuk menilai prioritas penyakit dan kesiapan anggaran negara untuk memberikannya secara massal.

Prima menyoroti, tipe influenza yang sedang naik adalah AH3 yang berpola musiman, namun penularannya harus tetap dicegah agar tidak meluas. Kebutuhan kajian ini, menurut Prima, mendesak karena influenza sering dianggap remeh padahal bisa berakibat fatal bagi 21,9 juta kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, dimana 8,5 juta di antaranya tinggal di daerah terpencil yang sulit dijangkau, katanya.

Baca Juga :  Sinergi BAZNAS dan BNN Dorong Pemberdayaan Ekonomi untuk Cegah Narkoba

Sembari menunggu kajian tuntas, Kemenkes memperkuat strategi komprehensif mulai dari pencegahan, deteksi dini di pintu masuk negara, hingga respons penanganan. “Jadi yang paling utama adalah tentu kita harus terus bisa memantau dengan sistem surveilans yang kuat agar kita tidak lengah,” tegasnya.

Pihaknya juga menganjurkan publik, terutama kelompok rentan, untuk mendapatkan vaksin influenza secara mandiri setiap tahun. Publik juga diimbau menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS), mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk. “Kalau memang Anda sedang merasakan atau sedang bergejala, ada batuk, ada mungkin pilek, mohon untuk bisa memakai masker,” katanya.

Wacana memasukkan vaksin influenza ke dalam program imunisasi nasional ini menandai pergeseran fokus pemerintah dalam penanganan penyakit musiman pasca-pandemi. Keberhasilan kajian ini tidak hanya akan meringankan beban finansial warga, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan kesehatan kolektif Indonesia terhadap ancaman wabah influenza yang terus bermutasi.

Berita Terkait

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?
Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!
Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba
Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?
Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?
Onadio Leonardo Diciduk Polisi, Ganja Jadi Barang Bukti
Onadio Leonardo Terjerat Narkoba: Karir di Ujung Tanduk?
16 Kandidat DEN Prabowo: DPR Segera Verifikasi?
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 08:01 WIB

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?

Selasa, 4 November 2025 - 00:34 WIB

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

Senin, 3 November 2025 - 19:31 WIB

Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba

Minggu, 2 November 2025 - 05:12 WIB

Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?

Sabtu, 1 November 2025 - 21:16 WIB

Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!