Tito Karnavian Kritik Pemborosan Anggaran Daerah, Perjalanan Dinas Disebut Terlalu Sering

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 8 Oktober 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian /dok. kemendagri

Mendagri Tito Karnavian /dok. kemendagri

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti praktik pemborosan dalam pengelolaan anggaran di sejumlah pemerintah daerah (Pemda). Ia menilai masih banyak daerah yang mengalokasikan dana terlalu besar untuk kegiatan birokrasi, seperti rapat dan perjalanan dinas berulang kali dalam satu tahun.

“Efisiensi belanja wajib dilakukan, bukan sengaja jadi pemborosan. Banyak sekali pemborosan-pemborosan terjadi,” ujar Tito di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (8/10/2025).

Menurut Tito, ada daerah yang tercatat menggelar rapat lebih dari sepuluh kali dan bahkan melakukan perjalanan dinas hingga 20 kali dalam setahun.

Pola tersebut dinilai tidak efisien karena membebani keuangan daerah dan mengurangi porsi anggaran yang seharusnya digunakan untuk program publik yang langsung dirasakan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa efisiensi belanja publik harus menjadi prioritas utama bagi setiap kepala daerah. Dana yang dihemat seharusnya dialihkan untuk kegiatan produktif, seperti peningkatan layanan publik dan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  Prabowo Dampingi Perdamaian Gaza: Apa Artinya Bagi Indonesia?

“Master Plan Produktivitas Nasional ini akan menjadi pedoman bagi kami untuk menyempurnakan langkah-langkah pembinaan kepada daerah,” ujar Tito.

Dokumen Master Plan Produktivitas Nasional (MPPN) yang disebut Tito merupakan panduan transformasi ekonomi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Rencana tersebut juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja layak, serta penguatan ketahanan sosial dan ekonomi di tingkat lokal.

Di sisi lain, Tito turut memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah berhasil menerapkan efisiensi anggaran. Salah satunya adalah Kabupaten Lahat, yang dinilai berhasil melakukan penyisiran dan penghematan sekitar Rp462 miliar dari alokasi pembiayaan birokrasi, kemudian mengalihkannya untuk pembangunan irigasi.

“Dia mampu menyederhanakan dan mengefisienkan penggunaan anggaran untuk program yang langsung membantu rakyat dan pertumbuhan ekonomi,” tutup Tito.

Berita Terkait

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?
Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!
Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba
Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?
Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?
Onadio Leonardo Diciduk Polisi, Ganja Jadi Barang Bukti
Onadio Leonardo Terjerat Narkoba: Karir di Ujung Tanduk?
Vaksin Influenza Belum Gratis, Kemenkes Kaji Masuk Program Imunisasi Nasional

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 08:01 WIB

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?

Selasa, 4 November 2025 - 00:34 WIB

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

Senin, 3 November 2025 - 19:31 WIB

Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba

Minggu, 2 November 2025 - 05:12 WIB

Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?

Sabtu, 1 November 2025 - 21:16 WIB

Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!