Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bekasi, Ida Farida, menegaskan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) serta efisiensi penggunaan anggaran daerah demi menjaga transparansi pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan dalam apel pagi yang diikuti ASN dan pimpinan perangkat daerah di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi, Senin (6/10/2025).
Dalam arahannya, Ida menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembinaan disiplin yang diatur dalam peraturan bupati. Ia meminta seluruh pegawai hadir tepat waktu dan menjadikan disiplin sebagai budaya kerja sehari-hari.
“Kewajiban apel itu bagian dari disiplin pegawai. Ini berbanding lurus dengan gaji dan tunjangan yang kita terima. Jadi tolong diingatkan bagi yang belum sadar akan kewajiban ini,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pegawai yang menunjukkan dedikasi tinggi dengan datang lebih awal meski memiliki jarak tempuh jauh.
“Ada yang dari Cabangbungin pukul 06.00 sudah tiba di sini, saya sangat bangga dengan karyawan seperti itu,” ujarnya.
Selain menyoroti kedisiplinan, Pj Sekda meminta seluruh perangkat daerah segera menyelesaikan penyusunan RKA-DPA Tahun Anggaran 2026 tepat waktu. Ia menegaskan bahwa keterlambatan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran bisa berdampak luas, termasuk pada penggajian pegawai dan realisasi program masyarakat.
Ida mengungkapkan bahwa transfer anggaran dari pemerintah pusat mengalami penurunan sekitar 30 persen, atau setara dengan Rp1,5 triliun. Karena itu, setiap satuan kerja diimbau untuk menyesuaikan belanja daerah dengan kemampuan fiskal dan menghindari praktik pengulangan anggaran.
“Tidak ada lagi yang copy-paste dalam penyusunan anggaran. Prioritaskan belanja yang benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Kita ini pelayan masyarakat, jadi utamakan kebutuhan yang paling mendesak,” tandasnya.
Di akhir arahannya, Ida kembali menegaskan pentingnya menjadikan disiplin sebagai gaya hidup ASN yang berintegritas. Ia meminta pimpinan perangkat daerah untuk aktif melakukan pengecekan kehadiran di semua level pegawai, dari pejabat eselon II hingga staf pelaksana, guna memastikan keadilan dan keteraturan di lingkungan kerja.
“Mulai dari kita sebagai aparat pelayanan masyarakat. Jadikan disiplin ini bagian dari gaya hidup ASN berakhlak. Mari bersama memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Bekasi menuju daerah yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.






