Nestlé Gandeng Pemkab Batang, 259 Balita Dapat Pendampingan Gizi untuk Cegah Stunting

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 9 Oktober 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nestlé Gandeng Pemkab Batang, 259 Balita Dapat Pendampingan Gizi untuk Cegah Stunting

Nestlé Gandeng Pemkab Batang, 259 Balita Dapat Pendampingan Gizi untuk Cegah Stunting

Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Batang mendapat dorongan baru melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Batang dan Nestlé Indonesia. Kolaborasi ini diwujudkan dalam Program Pendampingan Gizi, yang menyasar ratusan anak berisiko stunting sebagai bagian dari komitmen bersama menciptakan generasi yang sehat dan produktif.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kecamatan Bandar, Rabu (8/10/2025), Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Nestlé yang ikut berperan dalam memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak di daerahnya.

“Kami berterima kasih atas dukungan dari Nestlé yang membantu keluarga di Batang agar anak-anak yang berpotensi stunting bisa tumbuh lebih baik,” ujarnya.

Bupati Faiz menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 5.000 anak di Batang yang masuk kategori stunting atau berisiko stunting. Dari jumlah tersebut, 289 anak telah mendapatkan pendampingan langsung dari Nestlé.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Bandung: UKM Jadi Ruang Belajar Nyata bagi Mahasiswa

Ia juga menambahkan, beberapa perusahaan lain turut mendukung, termasuk Genting, yang menargetkan intervensi bagi 270 anak.

“Jumlah ini terus meningkat dan menjadi kontribusi besar bagi keluarga di Batang,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Batang juga mengembangkan pilot project peternakan sapi perah di dua desa sebagai bagian dari strategi peningkatan gizi masyarakat. Melalui program tersebut, Pemkab menargetkan penurunan angka stunting sebesar 10–15 persen per tahun dengan intervensi terhadap 500–700 anak setiap tahun.

“Namun yang lebih penting, edukasi kepada orang tua harus diperkuat agar pencegahan bisa dimulai sejak dini,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memanfaatkan potensi pangan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami percaya gizi yang baik sejak dini adalah fondasi masa depan bangsa. Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan intervensi gizi, tetapi juga mendampingi keluarga dan kader posyandu,” jelasnya.

Baca Juga :  Nina Fitriana Dorong Pemkot Bandung Perluas Program Pemberdayaan Pemuda

Program ini mencakup distribusi tambahan gizi berupa satu butir telur dan satu gelas susu tinggi kalori DANCOW GroPlus setiap hari selama enam bulan bagi anak usia 1–4 tahun yang berisiko stunting. Selain itu, terdapat edukasi gizi, pola asuh makan, jajanan sehat, perilaku hidup bersih, serta pemantauan rutin oleh tim ahli Institut Pertanian Bogor (IPB).

Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya, Norman Tri Handono, menambahkan bahwa selama 180 hari ke depan, tim akan memantau perkembangan anak serta meningkatkan kapasitas kader posyandu dan pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang.

“Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Program Pendampingan Gizi di Kabupaten Batang akan menjangkau 259 balita di 50 desa dan 4 kecamatan, melibatkan 66 kader dari 119 posyandu, bekerja sama dengan Kemendukbangga dan Pemkab Batang.

Baca Juga :  SMPN 1 Sumedang Pertahankan Gelar Juara Liga Pelajar 2025

Salah satu penerima manfaat, Ika Septiana, mengaku terbantu karena anaknya kini mendapat tambahan gizi rutin. “Alhamdulillah, berat badan dan nafsu makan anak saya meningkat sejak tiga bulan terakhir,” tuturnya.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk membangun generasi Batang yang lebih sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran
Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi
Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat
Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar
800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha
Penindakan ETLE Jatim Naik 307 Persen, Kakorlantas Target 1.000 Kamera
Pengelola SPPG Minta Maaf atas Insiden Keracunan Massal di Tulungagung
Hubungan Pemkot dan DPRD Sukabumi Diperkuat Usai Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:43 WIB

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!