Menko PM Tegaskan Transparansi Jadi Kunci Bantuan Rehabilitasi Pesantren

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh pesantren penerima bantuan rehabilitasi bangunan harus memenuhi tiga syarat utama agar dana yang disalurkan benar-benar tepat sasaran. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kamis (9/10/2025), di Jakarta.

Muhadjir menjelaskan, ketiga syarat tersebut mencakup legalitas kelembagaan, kesiapan administrasi proyek, serta komitmen transparansi penggunaan dana. “Kami tidak ingin bantuan ini hanya menjadi simbol. Pesantren harus menunjukkan tata kelola yang baik agar pelaksanaan rehabilitasi bisa berjalan akuntabel,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program rehabilitasi pesantren merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pendidikan keagamaan di berbagai daerah. Namun, Muhadjir menekankan bahwa pemerintah akan lebih selektif dalam menentukan penerima bantuan.
“Semua lembaga harus terdaftar di Kementerian Agama, memiliki izin operasional yang sah, dan siap menyampaikan laporan penggunaan dana secara terbuka,” tuturnya.

Baca Juga :  Gaya Komunikasi Dikritik, Menkeu Ungkap Perintah Presiden!

Menurutnya, prinsip kehati-hatian menjadi penting karena setiap tahun anggaran bantuan cukup besar, sementara kebutuhan pesantren di seluruh Indonesia juga meningkat. Dengan sistem verifikasi yang lebih ketat, diharapkan tidak ada penyimpangan administrasi maupun pelaksanaan di lapangan.

Selain memastikan kelayakan penerima, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pesantren, pemerintah daerah, dan lembaga masyarakat agar program rehabilitasi membawa manfaat luas. “Kita ingin agar setiap rupiah bantuan yang diberikan benar-benar menghasilkan bangunan yang layak dan mendukung kegiatan belajar mengajar santri,” kata Muhadjir.

Ia berharap penyaluran bantuan tahun ini dapat menjadi contoh praktik tata kelola pendidikan berbasis keagamaan yang transparan dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan karakter dan kemandirian masyarakat.

Berita Terkait

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?
Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!
Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba
Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?
Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?
Onadio Leonardo Diciduk Polisi, Ganja Jadi Barang Bukti
Onadio Leonardo Terjerat Narkoba: Karir di Ujung Tanduk?
Vaksin Influenza Belum Gratis, Kemenkes Kaji Masuk Program Imunisasi Nasional

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 08:01 WIB

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?

Selasa, 4 November 2025 - 00:34 WIB

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

Senin, 3 November 2025 - 19:31 WIB

Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba

Minggu, 2 November 2025 - 05:12 WIB

Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?

Sabtu, 1 November 2025 - 21:16 WIB

Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!