Gaya Komunikasi Dikritik, Menkeu Ungkap Perintah Presiden!

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaya Komunikasi Dikritik, Menkeu Ungkap Perintah Presiden!

Gaya Komunikasi Dikritik, Menkeu Ungkap Perintah Presiden!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik pedas dari Hasan Nasbi perihal gaya komunikasinya yang “koboy”. Purbaya menegaskan, pendekatan yang dianggap ceplas-ceplos itu ia lakukan semata-mata atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan kembali kepercayaan publik terhadap pemerintah. Pernyataan ini disampaikan Purbaya di Menara Bank Mega, Jakarta, pada Senin (27/10/2025).

Purbaya menjelaskan, meskipun gayanya terkesan “koboy”, ia tidak bertindak sendiri tanpa mandat. “Jadi sepertinya saya koboy, tapi yang saya lakukan adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat ke pemerintah. Itu juga atas perintah Bapak Presiden. Jadi saya tidak berani gerak sendiri,” tuturnya. Bahkan, Purbaya mengklaim bahwa sikapnya di hadapan publik, yang seringkali melontarkan kritik kepada pejabat lain, justru sudah “diperhalus” dari instruksi awal. “Jangan dianggap saya koboy. Saya hanya perpanjangan tangan dari Bapak Presiden, dengan versi yang lebih halus malah,” ucap dia.

Baca Juga :  Harga Pupuk Subsidi Dipangkas 20 Persen: Petani Sumringah!

Sebelumnya, Hasan Nasbi, Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan yang kini menjadi Badan Komunikasi Pemerintah, melayangkan kritik tajam. Mengutip Tribunnews, Hasan Nasbi menilai gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya yang kerap menyinggung dan menyentil pejabat lain sangat berbahaya. Ia menegaskan pentingnya Purbaya untuk menjaga etika komunikasi antarpejabat di ruang publik, bahkan menyebutnya bisa merongrong soliditas pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya mengklaim bahwa gaya komunikasinya telah berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Klaim ini didukung oleh survei Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menunjukkan peningkatan indeks kepercayaan masyarakat. Pada Oktober 2025, indeks tersebut melonjak menjadi 113,3, dari angka 101,5 pada bulan sebelumnya.

Indeks kepercayaan ini, Purbaya menjelaskan, kini mulai stabil setelah sempat merosot tajam pada periode Juli-Agustus sebelumnya. Pada bulan-bulan tersebut, masyarakat di berbagai daerah gencar melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah. “Ini kemarin waktu bulan Juli, Agustus, September turun terus. Ini terjadi banyaknya demo,” ungkapnya.

Baca Juga :  Vaksin Influenza Belum Gratis, Kemenkes Kaji Masuk Program Imunisasi Nasional

Purbaya mengisyaratkan bahwa dalam menghadapi gelombang ketidakpuasan publik dan demonstrasi besar-besaran, langkah-langkah yang mungkin dianggap “drastis” atau “ceplas-ceplos” menjadi strategi yang diperlukan. Ia menuturkan, meskipun gaya komunikasinya kontroversial di mata sebagian kalangan, pendekatan ini dinilai efektif untuk memulihkan sentimen positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah setelah periode gejolak sosial. Keberanian ini, menurutnya, adalah bagian dari upaya sistematis untuk kembali mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya.

Lebih jauh, Purbaya menjelaskan keterkaitan erat antara stabilitas ekonomi dan persepsi masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, membaiknya indeks kepercayaan publik ini beriringan dengan pulihnya daya beli masyarakat dan kepercayaan konsumen yang kembali stabil. “Ini ada korelasinya. Ketika ekonominya buruk, mereka tidak suka pemerintah, makanya banyak demo yang besar-besaran. Tapi ketika mulai balik, mereka juga senang kepada pemerintah,” terangnya.

“Tapi kita lakukan kebijakan yang mungkin bagi sebagian kalangan agak drastis, agak ceplas-ceplos, tapi ini berhasil mengembalikan sentimen masyarakat terhadap pemerintah,” pungkasnya. Ia mengimbuhkan, “Levelnya sekarang sama dengan ini, jadi sudah stabil lagi. Jadi stabilitas pemerintahan amat baik di mata masyarakat. Kecuali di mata orang itu ya.”

Berita Terkait

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?
Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!
Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba
Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?
Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?
Onadio Leonardo Diciduk Polisi, Ganja Jadi Barang Bukti
Onadio Leonardo Terjerat Narkoba: Karir di Ujung Tanduk?
Vaksin Influenza Belum Gratis, Kemenkes Kaji Masuk Program Imunisasi Nasional

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 08:01 WIB

Gubernur Riau Kena OTT KPK Usai APBD Tunda Bayar?

Selasa, 4 November 2025 - 00:34 WIB

Tragedi Thailand: Pemain Malaysia Habisi Nyawa dengan 18 Tembakan!

Senin, 3 November 2025 - 19:31 WIB

Onad Rindu Anak: Empat Hari di Balik Jeruji Narkoba

Minggu, 2 November 2025 - 05:12 WIB

Onad Positif Narkoba: Apa Dampaknya Bagi Keluarga dan Kariernya?

Sabtu, 1 November 2025 - 21:16 WIB

Dasco Bereaksi: Budi Arie Gabung Gerindra, Apa Dampaknya?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!