Menguak Jejak Sejarah Pinang, Dari Tradisi Meminang hingga Simbol Alam Kota Tangerang

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 9 Oktober 2025 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menguak Jejak Sejarah Pinang, Dari Tradisi Meminang hingga Simbol Alam Kota Tangerang

Menguak Jejak Sejarah Pinang, Dari Tradisi Meminang hingga Simbol Alam Kota Tangerang

Nama Pinang di Kota Tangerang ternyata menyimpan kisah panjang yang berakar dari tradisi dan kehidupan masyarakat masa lalu. Kawasan yang kini dikenal sebagai Kecamatan Pinang, dulunya merupakan bagian dari Kecamatan Cipondoh, dan memiliki keterikatan erat dengan pohon pinang yang menjadi ikon sekaligus penanda geografis.

Dalam buku “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin, dijelaskan bahwa nama “Pinang” memiliki dua versi asal-usul.

Versi pertama berasal dari tradisi meminang atau melamar calon pengantin perempuan, di mana buah pinang selalu menjadi bagian penting dalam perlengkapan sirih. Pada masa lalu, setiap prosesi lamaran di wilayah ini selalu melibatkan buah pinang sebagai simbol kesungguhan dan penghormatan.

Versi kedua menyebut bahwa penamaan wilayah sering kali diambil dari pohon atau tanaman khas yang tumbuh di sekitar area tersebut. Di depan kantor Desa Pinang pada masa lampau berdiri pohon pinang besar yang menjadi penanda arah bagi warga.

Baca Juga :  Nina Fitriana Dorong Pemkot Bandung Perluas Program Pemberdayaan Pemuda

“Pohon ini dijadikan acuan utama, sehingga ketika masyarakat bertanya arah, mereka cukup merujuk pada kantor yang ada pohon pinangnya,” tulis Burhanudin.

Kedua versi itu memperlihatkan betapa kuatnya hubungan antara alam, budaya, dan identitas masyarakat setempat. Pinang bukan sekadar nama administratif, tetapi simbol keterikatan masyarakat terhadap nilai-nilai tradisi dan lingkungan sekitarnya.

Burhanudin menekankan bahwa memahami asal-usul ini penting agar masyarakat menghargai warisan budaya yang membentuk identitas daerah.

“Melalui penelusuran sejarah ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa Pinang merupakan wilayah yang kaya akan tradisi dan pengetahuan lokal,” ujarnya.

Berita Terkait

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran
Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi
Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat
Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar
800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha
Penindakan ETLE Jatim Naik 307 Persen, Kakorlantas Target 1.000 Kamera
Pengelola SPPG Minta Maaf atas Insiden Keracunan Massal di Tulungagung
Hubungan Pemkot dan DPRD Sukabumi Diperkuat Usai Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:43 WIB

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!