Setelah melalui tahap persetujuan, Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan komitmennya mempercepat rehabilitasi infrastruktur pascabencana. Salah satu proyek utama yang disetujui dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) adalah pembangunan kembali Jembatan Kali Belo, yang rusak akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, memastikan jembatan tersebut akan direkonstruksi secara total pada tahun 2026 menggunakan anggaran APBD senilai Rp9 miliar.
“Selama proses perbaikan, kami bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan terus melakukan pendampingan,” jelasnya usai membuka Rakor Monitoring R3P di Aula Hotel Sendang Sari, Rabu (8/10/2025).
Ia menambahkan, perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada Jembatan Kali Belo, tetapi juga menyasar perbaikan sejumlah jalan dan jembatan desa yang mengalami kerusakan. Namun, Wawan menyoroti adanya kendala karena infrastruktur desa bukan aset pemerintah daerah.
“APBD tidak dapat digunakan langsung, sementara Dana Desa juga terbatas untuk menutupi biaya perbaikan besar,” terangnya.
Sebagai solusi, BPBD membuka kemungkinan kerja sama dengan pemerintah provinsi, pusat, maupun pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Setidaknya terdapat sembilan jembatan dan satu ruas jalan desa di wilayah Blado dan Bandar yang juga memerlukan penanganan.
Dari sisi teknis, Staf Bidang Jembatan dan Jalan DPUPR Batang, Dwi Muryantono, menjelaskan bahwa perbaikan total Jembatan Kali Belo akan memakan waktu sekitar enam bulan, dengan pembiayaan bersumber penuh dari APBD Kabupaten Batang.
“Pekerjaan akan dimulai setelah proses lelang dan kontrak selesai. Target kami, konstruksi bisa berjalan efektif di awal tahun 2026,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Batang berharap proyek ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana yang berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur daerah. Dengan rekonstruksi Jembatan Kali Belo, konektivitas antarwilayah di Batang diharapkan pulih dan aktivitas ekonomi warga bisa kembali berjalan normal.






