Pemprov Jabar dan Lucky Hakim Luncurkan “Nyari Gawe”, Aplikasi Kerja Tanpa Calo

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aplikasi Nyari Gawe

Aplikasi Nyari Gawe

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperkenalkan aplikasi pencarian kerja digital bernama “Nyari Gawe” sebagai upaya mempercepat akses masyarakat terhadap lapangan kerja di kawasan industri. Peluncuran program tersebut berlangsung di PT Sun Bright Lestari (PT. SBL), Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Selasa (7/10/2025).

Aplikasi ini dirancang untuk menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih transparan, efisien, dan bebas dari praktik percaloan yang selama ini kerap merugikan para pencari kerja. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa “Nyari Gawe” merupakan solusi digital yang mempertemukan masyarakat dan perusahaan tanpa perantara.

“Masyarakat cukup mendaftarkan nama dan nomor telepon ke Dinas Tenaga Kerja. Nantinya pihak HRD perusahaan akan memanggil langsung tanpa harus melamar ke banyak tempat. Ini lebih cepat dan tidak ribet,” ujar Dedi.

Baca Juga :  Kolaka Utara Perkuat Integritas ASN Lewat Komitmen Bersama Pencegahan Tindak Pidana

Menurut Dedi, sistem dalam aplikasi “Nyari Gawe” memungkinkan pemerintah daerah mengirimkan data pencari kerja langsung ke perusahaan sesuai kualifikasi mereka. Proses rekrutmen pun menjadi lebih cepat dan menghilangkan peluang pungutan liar. Pada tahap awal peluncuran di PT SBL, kebutuhan tenaga kerja mencapai 530 orang, sementara 17 perusahaan lain turut bergabung secara daring dengan proyeksi 11.500 lowongan hingga akhir 2025. Pemprov Jabar juga menargetkan peningkatan formasi kerja hingga 25 persen pada 2026, atau sekitar 14.375 lowongan baru.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi terhadap peluncuran aplikasi “Nyari Gawe”. Ia menyebut inovasi ini sebagai langkah besar dalam menghapus praktik pungli dan sistem rekrutmen tidak sehat yang selama ini membebani warga.

“Selama ini ada warga yang harus membayar dua hingga dua setengah juta rupiah hanya untuk bisa bekerja di pabrik. Bahkan, ada yang pingsan karena antre panjang. Ini semua harus dihentikan,” tegas Lucky.

Baca Juga :  Polda Jatim Dirikan Posko Crisis Center di RS Bhayangkara Surabaya

Lucky juga mendorong seluruh perusahaan di Indramayu untuk menerapkan sistem rekrutmen yang terbuka dan tanpa biaya tambahan. Ia menilai kehadiran “Nyari Gawe” memberi harapan baru bagi masyarakat agar mendapatkan kesempatan kerja secara adil dan layak.

Aplikasi “Nyari Gawe” kini dapat diakses melalui tautan s.id/appNyariGawe dan akan segera tersedia di Play Store. Pemerintah berharap, platform ini tidak hanya menjadi sarana mencari kerja, tetapi juga tonggak penting dalam transformasi digital sektor ketenagakerjaan di Jawa Barat.

Berita Terkait

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran
Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi
Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat
Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar
800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha
Penindakan ETLE Jatim Naik 307 Persen, Kakorlantas Target 1.000 Kamera
Pengelola SPPG Minta Maaf atas Insiden Keracunan Massal di Tulungagung
Hubungan Pemkot dan DPRD Sukabumi Diperkuat Usai Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:43 WIB

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!