PSI Minta Pemerintah Utamakan Kesejahteraan Satwa di Tengah Rencana Pengosongan Kebun Binatang Bandung

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 6 Oktober 2025 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebun Binatang Bandung

Kebun Binatang Bandung

Menanggapi rencana pengosongan Kebun Binatang Bandung, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyerukan agar semua pihak mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan satwa yang tinggal di kawasan tersebut. Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Kesejahteraan dan Konservasi Satwa DPP PSI, Francine Widjojo, pada Selasa (30/9/2025).

Rencana pengosongan ini muncul setelah terjadi sengketa pengelolaan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) yang selama ini mengelola kebun binatang tersebut. Pemkot Bandung dikabarkan akan segera mengirimkan surat peringatan pertama (SP1) kepada pihak yayasan untuk segera meninggalkan area kebun binatang.

YMT saat ini diketahui memelihara sekitar 800 satwa dari berbagai spesies, termasuk beberapa jenis hewan endemik yang dilindungi. Francine menekankan bahwa keberadaan Kebun Binatang Bandung memiliki nilai penting, bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai lembaga konservasi.

Baca Juga :  Bandung Perkuat Citra Wisata Lewat Data, Kolaborasi, dan Digitalisasi Promosi

“Kebun Binatang Bandung bukan sekedar tempat rekreasi dan edukasi, tapi juga lembaga konservasi yang bertugas menjaga kelangsungan hidup satwa-satwa endemik,” ungkap Francine.

Ia menyayangkan adanya kekisruhan dalam pengelolaan yang berujung pada perintah pengosongan, dan mengingatkan agar hewan-hewan di sana tidak menjadi korban akibat konflik tersebut.

“Jangan sampai hewan yang menjadi korban. Semua pihak harus memastikan kesehatan dan kesejahteraan semua satwa di sana tidak terganggu atau jadi terlantar, terutama untuk binatang-binatang endemik,” tegasnya.

Francine juga menegaskan perlunya keterlibatan Kementerian Kehutanan dalam memastikan pemindahan satwa dilakukan dengan prosedur yang aman dan sesuai standar kesejahteraan hewan.

“Karena pada dasarnya semua satwa milik negara, maka Kementerian Kehutanan yang bertanggung jawab pada hewan-hewan ini,” ujarnya.

Dalam proses pemindahan nanti, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat akan bertanggung jawab atas pengelolaan sementara seluruh satwa di bawah koordinasi Kementerian Kehutanan. Francine menyatakan keyakinannya bahwa proses ini akan berjalan profesional.

Baca Juga :  Nina Fitriana Dorong Pemkot Bandung Perluas Program Pemberdayaan Pemuda

“Kami percaya Kementerian Kehutanan selalu bekerja dengan profesional dan amanah untuk menjaga kelestarian satwa, termasuk dalam rencana pengosongan Kebun Binatang Bandung,” kata Francine.

PSI berharap agar seluruh pihak yang terlibat dapat menahan diri dan mengedepankan kepentingan konservasi agar ratusan satwa yang ada di Kebun Binatang Bandung tetap mendapatkan perawatan dan perlindungan sebagaimana mestinya.

Berita Terkait

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran
Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi
Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat
Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar
800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha
Penindakan ETLE Jatim Naik 307 Persen, Kakorlantas Target 1.000 Kamera
Pengelola SPPG Minta Maaf atas Insiden Keracunan Massal di Tulungagung
Hubungan Pemkot dan DPRD Sukabumi Diperkuat Usai Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:43 WIB

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!