Naturalisasi Pemain: Indonesia Dikritik Jelang Piala Dunia?

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 30 Oktober 2025 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


KanalHarian.com Timnas U-17 Indonesia diejek takut menjadi seperti Malaysia usai hanya membawa empat pemain naturalisasi ke Piala Dunia U-17 2025.

Tim Nasional U-17 Indonesia kini menjadi sorotan tajam dari publik Asia Tenggara, khususnya Vietnam, menjelang keikutsertaan mereka di Piala Dunia U-17 2025. Skuad Garuda Asia asuhan Nova Arianto menghadapi ejekan yang menuduh mereka takut mengalami nasib serupa dengan Malaysia, menyusul keputusan hanya memanggil empat pemain naturalisasi keturunan untuk turnamen akbar tersebut. Piala Dunia U-17 sendiri dijadwalkan berlangsung di Qatar pada 3 hingga 27 November 2025, di mana Indonesia tergabung dalam Grup H.

Sebelum bertolak ke Qatar, timnas U-17 akan menjalani agenda uji coba terakhir melawan Uni Emirat Arab. Laga persiapan ini akan digelar secara tertutup di Dubai pada Kamis, 30 Oktober 2025. Setelah pertandingan tersebut, rombongan timnas U-17 akan langsung melanjutkan perjalanan menuju medan pertempuran sesungguhnya di Qatar.

Di tengah persiapan intensif tersebut, Vietnam menyoroti komposisi skuad Indonesia, terutama terkait jumlah pemain naturalisasi. Dari total 21 pemain yang dipanggil Nova Arianto, tercatat hanya empat di antaranya yang merupakan pemain diaspora atau naturalisasi. Angka ini dianggap “tidak sedikit namun juga tidak banyak” oleh media Vietnam, TheThao247.vn, yang kemudian melontarkan ejekan pedas.

Baca Juga :  Buyback Emas Antam Melonjak! Ini Waktu yang Tepat untuk Jual?

Tanpa sungkan, media Vietnam tersebut menuduh Indonesia khawatir akan sanksi yang pernah menimpa Malaysia. Mereka secara implisit menyebut Timnas U-17 Indonesia takut terlibat kasus naturalisasi palsu, yang sempat menghebohkan sepak bola regional. Hal ini memicu pertanyaan mengenai maksud di balik ejekan tersebut, mengingat hingga kini tidak ada indikasi naturalisasi pemain Indonesia yang menggunakan dokumen palsu.

Kasus Malaysia, yang dijadikan rujukan ejekan, memang berbeda jauh. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kala itu terang-terangan mengakali aturan pemain asing yang dinaturalisasi dengan mengklaim mereka sebagai keturunan. Bahkan, FIFA sampai menemukan dokumen asli terkait akta kelahiran kakek-nenek pemain yang diklaim memiliki darah Malaysia ternyata palsu, berujung pada sanksi tegas.

TheThao247.vn secara eksplisit menulis, “Khawatir kena hukuman seperti Malaysia, Indonesia cuma panggil empat pemain naturalisasi untuk berlaga di Piala Dunia U-17.” Media tersebut melanjutkan, “Pelatih Nova Arianto telah menetapkan daftar 21 pemain yang akan berpartisipasi dalam turnamen terbesar di dunia. Tercatat, dari sekian pemain yang dipanggil, pelatih kepala Indonesia hanya memanggil empat pemain naturalisasi. Di antaranya, kiper Mike Rajasa, bek Lucas Lee dan Mathew Baker dan Eizar Tanjung, keputusan ini terbilang mengejutkan.”

Baca Juga :  IHSG Melejit 4,5%: Peluang Investasi Senin Ini?

Kejutan Vietnam atas “minimnya” jumlah pemain naturalisasi yang dipanggil ke Piala Dunia U-17 ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang terbilang sangat aktif mencari dan menaturalisasi pemain-pemain keturunan untuk memperkuat tim nasionalnya di berbagai level. “Sebab dalam beberapa tahun terakhir sepak bola Indonesia terbilang cukup gencar mencari pemain-pemain naturalisasi, dan meyakinkan mereka untuk bermain di tim nasional,” pungkas TheThao247.vn.

Keputusan Nova Arianto untuk mengandalkan empat pemain naturalisasi, yakni Mike Rajasa, Lucas Lee, Mathew Baker, dan Eizar Tanjung, di tengah kencangnya rumor pencarian pemain diaspora, menunjukkan sebuah strategi yang matang. Hal ini mengisyaratkan bahwa staf pelatih tidak hanya terpaku pada kuantitas pemain naturalisasi, melainkan lebih fokus pada kebutuhan taktis dan kualitas individu yang dapat menyatu dengan filosofi permainan tim. Langkah tersebut memperlihatkan independensi pelatih dalam menentukan komposisi skuad, menegaskan bahwa pilihan pemain mutlak berada di tangan sang arsitek tim.

Baca Juga :  Strategi Menkeu: Bayar Utang Whoosh Rp 2 Triliun dari Dividen?

Meski demikian, pemanggilan pemain adalah ranah mutlak pelatih. Nova Arianto tentu memiliki pertimbangan dan alasan yang kuat di balik keputusannya untuk hanya melibatkan empat pemain naturalisasi keturunan di skuadnya saat ini. Ini menandakan sebuah strategi yang terukur, di mana kualitas dan kebutuhan tim menjadi prioritas utama.

Berita Terkait

Ekonomi Terancam? LPEM UI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan!
Banding FAM Ditolak FIFA: Pengacara Top Pun Terkejut!
LQ45: Analisis Harga, Kinerja, dan Rekomendasi Saham Terbaru
Buyback Emas Antam Melonjak! Ini Waktu yang Tepat untuk Jual?
Laba Telkom Anjlok! Analis Ungkap Peluang Investasi TLKM
Emas Tertekan: The Fed Bikin Harga Emas Goyah?
Likuiditas BI Mengalir: Inflasi Mengintai?
Likuiditas BI & Purbaya: Inflasi Mengintai?

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 07:37 WIB

Ekonomi Terancam? LPEM UI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan!

Selasa, 4 November 2025 - 01:21 WIB

Banding FAM Ditolak FIFA: Pengacara Top Pun Terkejut!

Senin, 3 November 2025 - 00:48 WIB

LQ45: Analisis Harga, Kinerja, dan Rekomendasi Saham Terbaru

Minggu, 2 November 2025 - 05:40 WIB

Buyback Emas Antam Melonjak! Ini Waktu yang Tepat untuk Jual?

Sabtu, 1 November 2025 - 09:37 WIB

Laba Telkom Anjlok! Analis Ungkap Peluang Investasi TLKM

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!