Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program MBG

Program MBG

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) menyerukan pengawasan ketat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca insiden keracunan 134 siswa di Toba. Pengetatan ini menyusul temuan bakteri berbahaya oleh BBPOM Medan pada sampel makanan yang dikonsumsi siswa SMP Negeri 1 Laguboti pada Rabu (15/10) lalu.

Kepala Dinkes Sumut Faisal Hasrimy membenarkan temuan tersebut di Medan, Jumat. “Hasil uji sampel makanan dikirim ke BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Medan, ada kandungan bakteri yang melebihi ambang batas,” ucap Faisal Hasrimy. Ia merinci bakteri itu adalah Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus, yang menyebabkan gejala mual, muntah, hingga sesak napas.

Pemprov Sumut menegaskan tetap mendukung Program MBG untuk gizi anak, namun kasus ini menjadi evaluasi besar. “Ini kasus pertama dan kami tidak ingin hal serupa terulang lagi. Karena itu kami bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat pengawasan rantai pasok bahan pangan hingga menjadi makanan layak dikonsumsi,” ucapnya.

Baca Juga :  Nestlé Gandeng Pemkab Batang, 259 Balita Dapat Pendampingan Gizi untuk Cegah Stunting

Insiden di Toba ini, menurut Faisal, menjadi preseden buruk yang harus segera ditangani agar tidak merusak kepercayaan publik terhadap Program MBG secara nasional. Pengetatan pengawasan ini krusial untuk memastikan standar higienitas tertinggi diterapkan dari dapur hingga ke tangan siswa, menutup celah kontaminasi sekecil apapun, katanya.

Dinkes Sumut menekan lima poin utama untuk mencegah kejadian serupa terulang, termasuk kewajiban Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penekanan lainnya adalah kewajiban sertifikat serupa bagi penjamah makanan, jaminan kebersihan alat masak, serta kecepatan distribusi pangan.

Kasus keracunan Program MBG ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada kuantitas distribusi, tetapi juga kualitas dan keamanan pangan. Keberhasilan program strategis peningkatan gizi anak bangsa ini pada akhirnya bergantung pada satu hal fundamental, yakni standar operasional yang ketat dan pengawasan higienitas tanpa kompromi.

Berita Terkait

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran
Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi
Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar
800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha
Penindakan ETLE Jatim Naik 307 Persen, Kakorlantas Target 1.000 Kamera
Pengelola SPPG Minta Maaf atas Insiden Keracunan Massal di Tulungagung
Hubungan Pemkot dan DPRD Sukabumi Diperkuat Usai Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf
Pemkot Serang Perluas Kuota Beasiswa, Dorong Akses Pendidikan bagi Pelajar Kurang Mampu

Berita Terkait

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:43 WIB

Aksi Main Hakim Sendiri di Surabaya, Maling Motor Dibakar Massa di Jojoran

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:57 WIB

Liburan Akhir Tahun, 5 Tempat Wisata Semarang Tawarkan Alam Hingga Edukasi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Keracunan 134 Siswa, Pengawasan Program MBG di Sumut Diperketat

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

Cimahi Bentuk UPTD Baru Optimalisasi Aset, Targetkan PAD Rp590 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:51 WIB

800 Ribu UMKM Ikuti Akad Massal KUR, Dorong Peningkatan Usaha

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!