LPCK Bangkit! Kuartal III-2025 Momentum Beli Saham Lippo Cikarang?

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LPCK Bangkit! Kuartal III-2025 Momentum Beli Saham Lippo Cikarang?

LPCK Bangkit! Kuartal III-2025 Momentum Beli Saham Lippo Cikarang?

KanalHarian.com – JAKARTA. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) berhasil membalikkan keadaan dengan mencatatkan pemulihan kinerja signifikan sepanjang periode Januari hingga September 2025. Perusahaan pengembang properti ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 264,84 miliar pada kuartal III-2025, kontras dari kerugian Rp 1,6 triliun yang dialami pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian luar biasa ini diawali oleh lonjakan pendapatan neto yang mencapai 250,27% secara tahunan (YoY), menembus angka Rp 3,36 triliun dari sebelumnya Rp 961,36 miliar per September 2024. Marlo Budiman, Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, menuturkan bahwa peningkatan ini terutama bersumber dari serah terima berbagai unit properti. Ini termasuk rumah tapak, apartemen, unit komersial (ruko), serta lahan industri. Selain itu, kontribusi signifikan juga datang dari segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis.

Segmen penjualan rumah hunian dan apartemen mendominasi perolehan pendapatan pada periode ini dengan sumbangan sebesar Rp 2,34 triliun. Selanjutnya, pendapatan pengelolaan kota menyumbang Rp 354,77 miliar, diikuti oleh penjualan lahan komersial dan rumah toko sebesar Rp 322,12 miliar. Segmen penjualan tanah industri juga berkontribusi Rp 318,25 miliar, sementara pendapatan sewa dan lainnya tercatat Rp 103,95 miliar. Patut dicatat, segmen penjualan rumah tapak dan apartemen menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang luar biasa hingga 683%, sementara unit komersial meningkat 187% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Dapat Limpahan Enam Smelter Hasil Sitaan Negara, Begini Respons Timah (TINS)

Pada kuartal III 2025, Lippo Cikarang juga mencatatkan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 1,2 triliun. Angka ini setara dengan 73% dari target tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp 1,65 triliun. Raihan prapenjualan ini, Marlo menjelaskan, didorong oleh tingginya permintaan terhadap produk residensial, khususnya rumah tapak dan unit komersial, yang masing-masing menyumbang 60% dan 34% dari total marketing sales. “Segmen lahan industri turut memberikan kontribusi sebesar 6%. Per kuartal III 2025, perseroan telah berhasil menjual sebanyak 1.154 unit, yang didukung oleh produk baru yaitu Neo Top,” katanya dalam keterangan resmi pada Rabu (29/10/2025).

Kinerja solid Lippo Cikarang pada sembilan bulan pertama tahun 2025 menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan momentum pemulihan pasar properti. Dengan diversifikasi portofolio pendapatan dari berbagai segmen – mulai dari hunian hingga pengelolaan kota dan lahan industri – serta strategi peluncuran produk baru yang tepat, LPCK tidak hanya berhasil membalikkan kerugian besar tetapi juga membangun fondasi yang lebih kokoh. Komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai jadwal kian memperkuat kepercayaan konsumen, menjadi kunci dalam menjaga prospek pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Menurut Marlo, prospek industri properti tetap menjanjikan, terutama pada segmen hunian terjangkau dan premium, yang terus menunjukkan tren permintaan kuat dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan konsumen dengan menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai jadwal,” tegasnya.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Anjlok! Peluang Beli atau Waspada?

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai pemulihan kinerja LPCK ini jauh di atas ekspektasi. Ia mengamati bahwa sektor properti memang tengah berada dalam fase pemulihan, terutama setelah memasuki era suku bunga rendah. Federal Reserve baru-baru ini menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% pada pertemuan Oktober 2025, sementara suku bunga Bank Indonesia (BI) berada di level 4,75%. “Kenaikan performa LPCK pun ditopang penjualan unit perumahan. Ini artinya pelaku pasar sudah melihat tren perbaikan industri properti,” ujarnya kepada Kontan pada Kamis (30/10/2025).

Penurunan suku bunga secara global, termasuk potensi penurunan suku bunga acuan di dalam negeri, akan semakin mendorong permintaan aset properti. Hal ini disebabkan oleh penurunan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), yang meringankan beban cicilan bagi konsumen. Di sisi operasional perusahaan, penurunan suku bunga juga dapat mereduksi biaya pinjaman. Nafan menambahkan, sentimen di industri properti masih positif, diperkuat oleh perpanjangan PPN DTP hingga tahun 2026. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang berpotensi melampaui ekspektasi pada tahun depan, khususnya untuk konsumsi masyarakat menengah atas, diharapkan mampu memacu pertumbuhan di sektor properti lebih kencang lagi ke depan.

Baca Juga :  UNVR Kuartal III 2025: Peluang Investasi Saham Unilever?

Di sisi lain, Nafan menekankan pentingnya kelanjutan proyek Meikarta untuk menopang kinerja LPCK dan menambah pasokan aset hunian. Berdasarkan catatan KONTAN, LPCK sempat menggelar rights issue pada 27 Maret 2025 dengan perolehan dana Rp 1,22 triliun. Hingga 30 Juni, sebesar Rp 995 miliar dari dana tersebut telah disetorkan kepada perusahaan anak LPCK, yaitu PT Megakreasi Cikarang Permai (MKCP). Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk penyertaan modal kepada PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang saat ini tengah menggarap proyek pembangunan apartemen di Meikarta District 1 dan District 2 di Cibatu, Cikarang Selatan. Proyek apartemen ini ditargetkan menambah 6.100 unit apartemen hingga akhir tahun 2025, dengan target tambahan unit yang akan diserahterimakan mencapai sekitar 3.400 unit sampai dengan 2027. “Kalau pertumbuhan ekonomi dan kelas menengah bisa di atas ekspektasi, sektor properti bisa lebih baik. Jadi, proyek Meikarta harus berlanjut,” tuturnya.

Nafan Aji Gusta merekomendasikan *hold* untuk saham LPCK dengan target harga Rp 665 per saham. Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat pergerakan saham LPCK berada di level *support* Rp 86 per saham dan *resistance* Rp 93 per saham. Herditya pun merekomendasikan *trading buy* untuk LPCK dengan target harga antara Rp 97 hingga Rp 101 per saham.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!