Dapat Limpahan Enam Smelter Hasil Sitaan Negara, Begini Respons Timah (TINS)

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapat Limpahan Enam Smelter Hasil Sitaan Negara, Begini Respons Timah (TINS)

Dapat Limpahan Enam Smelter Hasil Sitaan Negara, Begini Respons Timah (TINS)

PT Timah Tbk (TINS) memberikan respons terhadap penyerahan aset rampasan negara berupa enam smelter timah, alat berat, dan logam timah dari Kejaksaan Agung. Aset bernilai triliunan rupiah ini, yang sebelumnya disita karena aktivitas tambang ilegal di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) TINS di Kepulauan Bangka Belitung, diharapkan dapat mendukung kinerja operasional perusahaan di masa mendatang, demikian disampaikan dalam paparan publik insidental pada Rabu (15/10).

Enam unit smelter timah yang disita tersebut memiliki taksiran nilai antara Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun. Angka ini belum termasuk potensi kandungan tanah jarang atau monasit yang terdapat di dalamnya, di mana nilainya bisa melampaui estimasi awal. Harga monasit sendiri disinyalir mampu mencapai US$ 200.000 per ton, menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Timah, Fina Eliani, menuturkan bahwa TINS masih menantikan proses pelimpahan aset-aset ini agar selaras dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Emiten yang tergabung dalam Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini tengah melakukan kajian mendalam sekaligus inventarisasi menyeluruh terhadap aset sitaan negara yang akan diserahkan kepada perusahaan.

Baca Juga :  ACES: Peluang Beli Saham Saat Kinerja Diprediksi Tumbuh?

Fina Eliani menjelaskan, “Kami perlu menyusun mekanisme atas aset-aset tersebut, sehingga belum bisa menyampaikan potensi kontribusinya bagi perusahaan pada 2026.” Meskipun demikian, di atas kertas, penerimaan aset berupa enam smelter ini diproyeksikan memberikan dampak positif. Langkah ini diyakini akan meningkatkan kapasitas produksi dan peleburan, sekaligus menopang kinerja operasional serta keuangan TINS di masa mendatang.

Selain itu, Fina juga menyebutkan bahwa TINS sedang merumuskan rencana kerja tahun 2026 bersama MIND ID dan pemerintah, melalui Kementerian ESDM. Perusahaan menargetkan pencapaian volume produksi bijih timah dan logam timah yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Namun, angkanya masih proses pembahasan,” imbuhnya. Untuk Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025, TINS telah menetapkan target produksi bijih timah sebanyak 21.500 ton Sn. Sementara itu, target produksi logam timah ditetapkan sebesar 21.545 metrik ton, dengan volume penjualan mencapai 19.065 metrik ton pada tahun yang sama.

Baca Juga :  Mikroplastik Hantui Air Hujan Jakarta, DKI Siapkan Jurus Ampuh

Di sisi lain, Muhammad Wafi, Analis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), menilai bahwa pelimpahan aset smelter ini akan menjadi katalis positif bagi TINS dalam jangka menengah. Menurutnya, kapasitas pengolahan timah oleh TINS dapat melonjak signifikan apabila aset-aset tersebut berhasil diintegrasikan secara efektif dengan fasilitas operasional yang sudah ada saat ini.

Namun, Wafi juga mengingatkan TINS untuk bertindak hati-hati. Perusahaan perlu menyiapkan investasi tambahan guna reaktivasi dan perawatan smelter yang diterima. “Jadi, dampak positifnya tidak langsung instan, tapi potensinya besar untuk 2026 dan ke depannya,” kata Wafi dalam kesempatan yang sama pada Rabu (15/10). Dengan pertimbangan tersebut, Wafi merekomendasikan ‘hold’ saham TINS dengan target harga pada level Rp 3.000 per saham.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!