BLT Rp30 Triliun Memicu Peluang Cuan Saham UNVR MYOR ICBP!

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 21 Oktober 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLT Rp30 Triliun Memicu Peluang Cuan Saham UNVR MYOR ICBP!

BLT Rp30 Triliun Memicu Peluang Cuan Saham UNVR MYOR ICBP!

JAKARTA – Sektor emiten konsumer berpotensi menerima limpahan berkah dari program Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp30 triliun yang digelontorkan pemerintahan Presiden Prabowo kepada masyarakat. Para analis pasar saham pun mulai menyoroti sejumlah saham menarik yang layak dicermati oleh investor di tengah stimulus ini.

Analis Panin Sekuritas, Novi Vianita, menuturkan bahwa kucuran BLT pemerintah kepada masyarakat hanya mampu menjadi katalis jangka pendek bagi sektor konsumer. Dampak positif ini, menurutnya, terutama akan terasa pada emiten-emiten yang produknya merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

“Contoh mudahnya, ICBP berpotensi diuntungkan dengan produk mi-nya, tetapi ROTI tidak karena produk roti bukan kebutuhan pokok,” kata Novi kepada Bisnis, Selasa (21/10/2025).

Dengan demikian, hingga penghujung tahun 2025, Novi tetap mempertahankan pandangan yang konservatif terhadap sektor ini. Ia menilai bahwa tantangan pelemahan daya beli masyarakat masih menjadi bayang-bayang kuat yang menghantui kinerja sektor konsumer.

Lebih lanjut, Novi menegaskan bahwa dampak BLT terhadap tingkat konsumsi masyarakat belakangan juga relatif tidak signifikan. BLT, imbuhnya, cenderung lebih banyak terserap untuk memenuhi kebutuhan dasar primer masyarakat, seperti pangan dan transportasi.

Meskipun kucuran BLT menawarkan secercah harapan instan, para pengamat pasar saham sepakat bahwa fondasi pemulihan yang berkelanjutan bagi sektor konsumer tak bisa hanya mengandalkan stimulus temporer. Tantangan daya beli masyarakat yang masih lesu dan tekanan biaya produksi yang belum mereda, secara fundamental, menuntut strategi yang lebih holistik dan jangka panjang dari para emiten untuk mencapai pertumbuhan yang solid.

Baca Juga :  Trump Ungkap Isi Obrolan 'Rasional' dengan Putin: Apa Artinya?

“Kami masih melihat konservatif, tapi dengan ruang perbaikan yang moderat utk sebagian besar emiten konsumer, seiring ditopang oleh efisiensi, strategi down-trading, dan faktor seasonality akhir tahun,” tegas Novi.

Senada dengan pandangan tersebut, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, juga berpendapat bahwa stimulus pemerintah melalui BLT mampu memberikan dorongan kinerja bagi emiten konsumer dalam jangka pendek. Namun, pemulihan jangka panjang yang berkelanjutan akan sangat bergantung pada perbaikan daya beli masyarakat secara menyeluruh.

Wafi memproyeksikan, kucuran BLT senilai Rp900.000 untuk 35,4 juta rumah tangga penerima akan memperlihatkan dampaknya terhadap kinerja emiten-emiten konsumer terkemuka. Ia menyebutkan nama-nama seperti AMRT, MYOR, hingga UNVR sebagai perusahaan yang berpotensi merasakan efek positif tersebut.

“Stimulus sifatnya cuma temporer. Jadi pertumbuhan konsumsi bakal balik tergantung dengan pemulihan pendapatan riil dan stabilitas harga kebutuhan pokok,” katanya, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga :  AMRT BBTN JSMR: Strategi Cuan Saham Selasa Ini!

Dalam kondisi pasar yang dinamis ini, Wafi merekomendasikan beberapa saham pilihan. Ia menyebut PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dengan target harga Rp2.900 per lembar, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) dengan target harga Rp2.400, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan target harga masing-masing Rp10.200 dan Rp7.800.

“Buat exposure ke ritel modern AMRT Rp3.400 dan ACES Rp600 menarik menuju akhir tahun karena biasanya ada seasonality,” tegasnya.

Dorongan Lanjutan Bagi Emiten Konsumer

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, mengemukakan bahwa ruang pemulihan yang signifikan bagi sektor konsumer harus datang dari perbaikan konsumsi masyarakat yang selama ini cenderung tertahan.

Hal ini selaras dengan data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada September 2025 yang tercatat menurun ke level 115,0 dari 117,2 pada Agustus 2025 lalu. Meskipun angka tersebut masih berada di atas level optimis 100, penurunan ini sekaligus menandai posisi terendah IKK sejak April 2022 yang mencapai 115.

“Meski begitu, untuk jangka menengah–panjang, fundamental pemulihan konsumsi masih bertahap, karena daya beli belum sepenuhnya pulih dan tekanan biaya produksi masih ada,” tegas Ekky.

Baca Juga :  IHSG Terjun Bebas! ADMR, BRPT, MBMA Jadi Biang Kerok?

Dengan demikian, efektivitas program BLT dinilai sangat bergantung pada durasi implementasi dan realisasi distribusi dana kepada masyarakat. Selain itu, dukungan kebijakan lanjutan, seperti pemangkasan suku bunga atau stimulus ekonomi tambahan dari pemerintah, diyakini mampu memberikan tenaga ekstra yang sangat dibutuhkan bagi sektor ini.

Kembali, Panin Sekuritas juga menilai bahwa emiten konsumer harus didorong oleh sentimen daya beli masyarakat yang membaik agar mampu mencatatkan kinerja positif dalam jangka panjang.

Beberapa faktor yang dipercaya mampu mendorong daya beli masyarakat, antara lain pemangkasan tarif PPN ke level 8% dan normalisasi harga bahan baku yang berpotensi memperbaiki margin keuntungan perusahaan.

“Namun patut dicermati terkait persaingan harga private label dan pemain konsumer yang kini fokus kembangkan produk-produk affordable,” kata Novi.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. KanalHarian.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!