Semangat pemberdayaan ekonomi lokal terus digerakkan di Jakarta Barat. Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Barat menggelar Pelatihan Hard Skill bidang kuliner yang diikuti oleh 56 pelaku UMKM (Jakpreneur) di RPTRA Krendang, Kecamatan Tambora, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas PPAPP DKI Jakarta untuk meningkatkan kemampuan wirausaha dan memperkuat peran kader PKK di wilayah. Peserta mendapatkan pelatihan langsung dalam membuat kue tart atau kue ulang tahun, produk kuliner yang memiliki potensi pasar tinggi.
Kepala Sudin PPAPP Jakarta Barat, Noer Subchan, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan praktis para Jakpreneur.
“Kami menghadirkan tiga juru masak dari Humaira Kuliner Nusantara yang berpengalaman dalam pembuatan kue tart. Tujuannya agar peserta mampu menciptakan produk yang bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga dorongan bagi pelaku UMKM agar lebih kreatif dan percaya diri dalam mengembangkan usaha.
“Kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat berwirausaha, sehingga peserta mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui inovasi produk,” jelas Noer.
Salah satu peserta, Sofiani (30), warga Krendang, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Usaha saya memang di bidang kue, dan pelatihan ini memberi inspirasi baru. Saya berencana menambah menu kue tart sebagai produk baru dengan sistem pre-order,” katanya.
Program pelatihan ini tidak berhenti di Tambora saja. Sudin PPAPP juga menjadwalkan kegiatan serupa di tiga lokasi lain, yakni RPTRA Jeruk Manis (Kebon Jeruk), RPTRA Jati Pulo (Jati Pulo), dan RPTRA Ceria (Cengkareng Barat). Setiap lokasi akan melibatkan 56 peserta Jakpreneur binaan PPAPP.
Melalui pelatihan berkelanjutan ini, pemerintah kota berharap lebih banyak pelaku UMKM perempuan yang mampu mandiri dan berdaya saing di bidang kuliner.
“Pelatihan hard skill ini adalah langkah kecil untuk mendorong kemandirian ekonomi dan memperluas peluang usaha di tingkat lokal,” tutup Noer.






