Pemerintah Kota Sukabumi tengah menyiapkan langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui pendirian Sekolah Rakyat jenjang SMP yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Rencana tersebut disampaikan oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial pada 6 Oktober 2025. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi Een Rukmini, dan membahas sejumlah program pengentasan masalah sosial yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penerapan konsep sekolah rakyat, yaitu sistem pendidikan berbasis komunitas yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan menjangkau anak-anak yang belum tersentuh pendidikan formal, terutama karena kendala ekonomi, letak geografis, atau faktor sosial lainnya.
Dalam kesempatan terpisah setelah meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kelurahan Karang Tengah pada 7 Oktober, Wali Kota Ayep Zaki mengungkapkan bahwa sekolah rakyat untuk jenjang SMP di Sukabumi akan dimulai sebagai sekolah rintisan dengan kapasitas empat rombongan belajar.
“Insyaallah tahun ajaran baru 2026, akan dibikin sekolah rintisan untuk sekolah rakyat dengan empat rombongan belajar, dengan satu rombel 25 orang, ini untuk SMP,” tandasnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi pendidikan alternatif yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung misi pemerintah dalam pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kota Sukabumi.






