ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

PT ABM Investama Tbk (ABMM) menghadapi periode yang menantang dengan mencatatkan penurunan kinerja keuangan hingga 30 September 2025. Di tengah fluktuasi harga batubara global dan kondisi cuaca ekstrem yang mempengaruhi lokasi operasionalnya, perseroan mengambil langkah sigap dengan mempercepat implementasi inisiatif strategis, berfokus pada optimalisasi capaian operasional dan pengelolaan keuangan yang cermat di seluruh unit bisnisnya.

Laporan keuangan menunjukkan, pendapatan konsolidasian ABMM terkoreksi 12,5% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 781,6 juta pada kuartal III-2025. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh pelemahan harga batubara serta gangguan operasional signifikan akibat cuaca ekstrem yang melanda sepanjang paruh pertama tahun ini. Kondisi tersebut turut menyeret kinerja EBITDA ABMM yang merosot 39,8% yoy menjadi US$ 280,7 juta, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas tajam hingga 62,1% yoy, hanya mencapai US$ 42,4 juta.

Dari perspektif operasional, volume pengupasan lapisan tanah (stripping volume) ABMM juga mengalami penurunan 12% yoy menjadi 178,6 juta bank cubic meter (mbcm) hingga kuartal III-2025, dibandingkan 202,9 mbcm pada periode yang sama tahun sebelumnya. Demikian pula, volume pengambilan batubara menyusut 14,2% yoy menjadi 24,8 juta ton pada akhir kuartal III-2025. Bisnis perdagangan bahan bakar perusahaan turut terdampak, dengan volume penjualan yang terkikis 14,4% yoy menjadi 282 juta liter.

Baca Juga :  UNVR Kuartal III 2025: Peluang Investasi Saham Unilever?

Namun, di tengah tekanan tersebut, ABMM berhasil menunjukkan sinyal pemulihan. Normalisasi jam hujan di area operasional dan pelaksanaan inisiatif strategis pada kuartal III-2025 berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja kuartalan. Volume pengupasan lapisan tanah dan pengambilan batubara masing-masing tumbuh 15,6% dan 12,8% dibandingkan kuartal sebelumnya, membalikkan tren penurunan yang terjadi sebelumnya.

Percepatan inisiatif strategis ABMM pada kuartal ketiga ini bukan sekadar respons reaktif terhadap tantangan, melainkan sebuah manifestasi komitmen kuat perusahaan untuk beradaptasi dan mengoptimalkan setiap lini bisnis. Langkah ini menunjukkan bahwa di tengah gejolak pasar dan cuaca ekstrem, ABMM mampu menata ulang prioritas dan mengeksekusi strategi yang berbuah pada perbaikan kinerja, menandakan fondasi operasional yang kokoh serta manajemen yang tanggap dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Peningkatan operasional ini, dikombinasikan dengan inisiatif efisiensi biaya yang berkelanjutan, menghasilkan kinerja keuangan yang lebih solid. Pendapatan konsolidasian melonjak 7,0% secara kuartalan (qoq), sedangkan biaya pendapatan hanya naik moderat 3,9%. Kondisi ini mendorong pertumbuhan laba kotor sebesar 39,5% qoq dibandingkan kuartal II-2025.

Baca Juga :  Pajak Karbon 2025 Pacu Likuiditas Bursa Karbon?

Sementara itu, unit bisnis non-batubara ABMM menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Bisnis logistik mampu mempertahankan kinerja tangguh dengan tingkat pengiriman tepat waktu (on-time delivery) mencapai 94% hingga kuartal III-2025. Di sisi lain, bisnis jasa dan fabrikasi terus memperlihatkan peningkatan signifikan, dengan tingkat pengiriman tepat waktu dan lengkap (on-time-in-full) mencapai 83,7% pada kuartal III-2025, naik dari 77% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di luar pencapaian jangka pendek, ABMM juga tetap fokus pada inisiatif strategis jangka panjang. Strategi ini berpusat pada stabilisasi operasi pertambangan dan perluasan basis pendapatan non-batubara melalui pengembangan bisnis terkait yang dapat memperkuat sinergi dalam ekosistem perusahaan. Langkah tersebut selaras dengan visi ABMM untuk mengukuhkan posisinya sebagai entitas rantai nilai pertambangan terkemuka dan bereputasi di Indonesia.

Direktur ABM Investama, Hans Manoe, menjelaskan, dalam menghadapi tantangan eksternal pada paruh pertama tahun 2025, perseroan bergerak cepat dengan mengakselerasi dan mengeksekusi serangkaian inisiatif strategis. “Upaya ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam capaian operasional dan kinerja keuangan selama kuartal ketiga,” ujar dia dalam keterbukaan informasi, Senin (3/11). Ke depannya, ABMM berkomitmen penuh untuk terus memaksimalkan produktivitas operasional guna memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Berita Terkait

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini
IMAS Cetak Laba Kuartal III 2025: Melonjak 216%!

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!