Pemerintah Indonesia menandatangani delapan nota kesepahaman dan memorandum kerja sama strategis dengan Brasil, termasuk kesepakatan penting di bidang pengelolaan pangan. Penandatanganan ini berlangsung di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva ke Indonesia, dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lula da Silva di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 23 Oktober 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk mempererat hubungan bilateral di berbagai sektor.
Chief Executive Officer Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa salah satu perusahaan pangan terbesar di dunia dari Brasil telah resmi menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia. “Salah satu perusahaan terbesar di dunia untuk pengelolaan pangan, ya. Itu kita tanda tangani,” tutur Rosan di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta, pada Jumat, 24 Oktober 2025, sehari setelah momen bersejarah tersebut.
Rosan juga menjelaskan, segera setelah penandatanganan, perwakilan pemerintah Indonesia bersama pihak perusahaan Brasil langsung mengadakan pertemuan lanjutan. Pertemuan tersebut membahas detail mengenai bagaimana Danantara akan mengelola investasi strategis dengan perusahaan pangan raksasa tersebut, khususnya terkait dengan tata kelola pangan di Indonesia. Ini mengindikasikan langkah konkret yang cepat untuk merealisasikan kesepakatan tersebut.
Kunjungan Presiden Lula da Silva ke Indonesia menjadi momen penting bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan. Selain sektor pangan, kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam berbagai bidang vital. Total delapan dokumen nota kesepahaman tersebut mencakup energi dan pertambangan, sains dan teknologi, pertanian, statistik, serta kemitraan antara pelaku usaha dan kamar dagang dari Indonesia dan Brasil.
Delapan nota kesepahaman yang telah ditandatangani tersebut meliputi:
1. Penandatanganan dan Pertukaran Nota Kesepahaman serta Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kementerian Pertambangan dan Energi Republik Federasi Brasil tentang Kerjasama Energi dan Pertambangan.
2. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Republik Federasi Brasil mengenai Kerjasama Sains, Teknologi, dan Inovasi.
3. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Republik Federasi Brasil tentang Kerjasama dalam Tindakan Sanitari dan Fitosanitari serta Sertifikasi.
4. Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Statistik Indonesia dan Institute Geography dan Statistik Brasil tentang Kerjasama di Bidang Statistik.
5. Memorandum Saling Pengertian antara Danantara Indonesia dan GBS.
6. Memorandum Saling Pengertian antara PT Perusahaan Listrik Negara Persero Indonesia dan J&F S.A Brasil.
7. Memorandum Saling Pengertian antara Pertamina dan Fluxus.
8. Memorandum Saling Pengertian antara KADIN dan APEC tentang Kerjasama Promosi Dagang.
Langkah konkret ini tidak hanya menandai komitmen kedua negara untuk memperluas cakupan kemitraan, tetapi juga mengindikasikan visi bersama dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ketahanan pangan hingga inovasi teknologi. Melalui beragam kesepakatan ini, Indonesia dan Brasil berupaya menciptakan sinergi yang saling menguntungkan, membuka jalan bagi transfer pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inisiatif ini juga diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk stabilitas regional dan global di masa depan.
Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis pagi, 23 Oktober 2025. Sebelumnya, Lula da Silva tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu sore, 22 Oktober 2025, sekitar pukul 17.45 WIB.
Sekretariat Presiden mengonfirmasi bahwa kunjungan Presiden Lula da Silva kali ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Brasilia yang telah dilakukan pada Juli 2025 lalu. “Kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara dalam berbagai bidang,” demikian disampaikan oleh Sekretariat Presiden, menggarisbawahi harapan besar yang menyertai pertemuan penting ini.






