Harapan akhirnya kembali menyapa kubu Team Liquid ID (TLID). Setelah menelan 11 kekalahan beruntun sejak awal musim, TLID sukses meraih kemenangan perdana mereka di ajang Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 16, tepatnya pada pekan ketujuh. Korban dari kebangkitan mereka kali ini adalah Bigetron (BTR) by Vitality, salah satu tim yang sebelumnya digadang mampu bersaing di jalur playoff.
Sejak dimulainya musim ini, performa TLID jauh dari kata meyakinkan. Minim komunikasi dalam in-game, strategi yang tampak tidak matang, hingga eksekusi yang kerap berantakan membuat tim ini berada di dasar klasemen. Banyak pihak bahkan meragukan apakah TLID mampu mencetak satu kemenangan pun di musim reguler.
Namun, titik balik muncul di pertandingan kontra Bigetron. Bermodalkan lineup yang lebih kompak, TLID tampil berbeda sejak menit awal. Pada game pertama, mereka langsung menekan pertahanan lawan dengan agresif. Dalam 10 menit, snowball advantage berhasil mereka amankan. Emann cs. dari kubu Bigetron tampak kewalahan menghadapi inisiasi bertubi-tubi dari Kabuki dan Widy. Momentum ini dimanfaatkan dengan baik oleh Yehezkiel yang sukses menutup laga dan membawa TLID unggul 1-0.
Game kedua berlangsung lebih ketat. Bigetron sempat memberikan perlawanan sengit di early game, bahkan beberapa kali mengganggu rotasi TLID. Namun, perlahan permainan mulai dikendalikan oleh TLID. Sosok Aran menjadi kunci, tampil dengan intensitas tinggi di setiap team fight.
Aran memimpin rekan-rekannya dalam eksekusi push besar-besaran ke arah high ground Bigetron. Dukungan Lord di menit-menit krusial membuat pertahanan BTR runtuh. Dengan koordinasi yang jauh lebih rapi dibanding laga-laga sebelumnya, TLID berhasil menutup pertandingan dengan skor 2-0.
Banyak pengamat menyebut kemenangan ini bukan hanya soal lawan yang sedang “down”, tetapi juga karena TLID mulai menemukan ritme permainan mereka. Lineup inti kali ini tampak lebih sinkron, dengan setiap pemain tahu perannya masing-masing. Kabuki efektif dalam inisiasi, Widy solid dalam menjaga objektif, sementara Yehezkiel tampil klinis dalam memanfaatkan celah.
Hal ini seakan membuktikan bahwa masalah utama TLID memang terletak pada koordinasi dan konsistensi, bukan semata kualitas individu pemain.
Dalam wawancara usai pertandingan, kapten tim TLID menyampaikan rasa lega atas kemenangan bersejarah ini.
“Kami sudah lama menunggu momen ini. Setelah 11 pertandingan tanpa hasil, rasanya lega sekali bisa akhirnya pecah telor. Ini bukti kalau kerja keras latihan kami mulai terbayar,” ujar sang kapten dengan wajah penuh senyum.
Sementara itu, analis MPL menilai hasil ini bisa menjadi titik balik penting. “Kemenangan pertama sering kali menjadi momentum psikologis. Jika mereka bisa menjaga performa ini, bukan tidak mungkin TLID bisa merusak prediksi klasemen akhir,” katanya.
Dengan hasil ini, Team Liquid ID resmi memutus tren 11 kekalahan beruntun yang membebani mereka sejak awal musim. Skor 2-0 atas Bigetron menjadi kemenangan perdana sekaligus bukti bahwa TLID masih punya daya juang.
Meski secara matematis peluang ke playoff masih tipis, kemenangan ini memberi mereka alasan untuk tetap berjuang hingga akhir musim. Di sisi lain, Bigetron harus mengevaluasi penampilan mereka yang inkonsisten, terutama jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Kemenangan TLID memang baru langkah kecil, namun dampaknya besar bagi mental dan motivasi tim. Para penggemar pun menyambut hasil ini dengan antusias, memberikan dukungan penuh agar tim kesayangan mereka bisa bangkit di sisa laga.
Kisah TLID di MPL ID Season 16 membuktikan bahwa semangat pantang menyerah tetap menjadi bagian penting dalam kompetisi. Meski dihantam kekalahan beruntun, mereka akhirnya mampu menunjukkan bahwa setiap tim memiliki kesempatan untuk bangkit.
Ke depan, tantangan masih berat, tetapi kemenangan ini bisa menjadi bahan bakar utama untuk perjalanan TLID. Satu hal yang pasti, pencapaian ini layak diapresiasi dan menjadi pengingat bahwa dalam dunia esports, kejutan selalu bisa terjadi.






