Xiaomi resmi meluncurkan smartwatch terbarunya, Redmi Watch 6, di China pada 23 Oktober 2025. Jam tangan pintar terjangkau ini hadir sebagai pembaruan yang lebih halus, menonjolkan peningkatan signifikan pada material bodi dan kecerahan layar.
Redmi Watch 6 mempertahankan layar AMOLED 2,07 inci namun kini dibingkai unibody aluminium yang lebih ramping dengan ketebalan 9,9mm. Peningkatan visual terbesarnya adalah kecerahan puncak 2.000 nits, dua kali lipat model sebelumnya, untuk visibilitas di bawah sinar matahari langsung.
Xiaomi menambahkan tombol “sub-key” baru di samping kenop putar yang dapat diprogram untuk pintasan khusus, menambah kenyamanan fungsional. Fitur inti seperti baterai 550mAh yang diklaim bertahan 24 hari dan sistem operasi HyperOS 3 masih dipertahankan dari model sebelumnya.
Penambahan tombol shortcut dan peningkatan kecerahan layar hingga 2.000 nits pada Redmi Watch 6 ini, menurut pengamat teknologi, adalah strategi agresif Xiaomi untuk mendominasi segmen wearable murah. Langkah ini secara efektif menetapkan standar baru, memaksa kompetitor untuk menyertakan fitur premium yang biasanya hanya ditemukan pada jam tangan pintar kelas atas dengan harga jauh lebih mahal, ujarnya.
Sektor kebugaran didukung pelacakan detak jantung, SpO₂, 150+ mode olahraga, ketahanan air 5 ATM, dan GNSS multi-sistem untuk pelacakan yang lebih akurat. Di China, Redmi Watch 6 dijual seharga 599 CNY (sekitar $55), harga yang sangat kompetitif untuk spesifikasi yang ditawarkan.
Ketersediaan global memang belum diumumkan, namun peluncuran Redmi Watch 6 di pasar domestik ini dipastikan akan menekan segmen smartwatch terjangkau. Kombinasi desain aluminium premium dan layar super cerah dengan harga di bawah $60 menjadikan jam tangan ini ancaman serius bagi pemain lama di pasar internasional.






