Baby Steps Review, Game Simulator Jalan Penuh Frustrasi, Humor Absurd, tapi Sangat Adiktif

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baby Steps (Playstation)

Baby Steps (Playstation)

Video game biasanya menawarkan hiburan, kenyamanan, atau setidaknya pengalaman menyenangkan. Namun Baby Steps hadir dengan filosofi yang berbeda: sebuah simulator berjalan yang sengaja dibuat untuk menyiksa pemain. Setiap langkah adalah perjuangan, setiap gerakan bisa berakhir dengan jatuh, tetapi entah bagaimana justru hal inilah yang membuatnya begitu menantang dan sulit dilepaskan.

Dikembangkan oleh Benett Foddy, kreator Getting Over It, bersama tim desainer lain, Baby Steps memaksa pemain mengendalikan setiap kaki karakter utama, Nathan. Ia adalah pria berusia 35 tahun yang digambarkan pemalas, antisosial, dan hidup tanpa arah, hingga tiba-tiba harus mendaki gunung besar tanpa alas kaki, hanya mengenakan piyama lusuh. Sejak momen itulah penderitaan sekaligus petualangan dimulai.

Gameplay: Sistem Fisika yang Menyiksa

Pemain harus menggerakkan kaki kanan dan kiri Nathan satu per satu dengan kombinasi tombol pemicu dan stik analog. Tekanan yang terlalu ringan membuatnya tersandung, terlalu kuat bisa membuatnya jatuh. Hasilnya, dua langkah kecil saja terasa seperti pencapaian luar biasa.

Baca Juga :  Deretan Game Menarik Minggu Ini, Dari Battlefield 6 hingga Little Nightmares 3

Namun di balik frustrasi, sistem fisika permainan ini sangat akurat. Semakin lama bermain, pemain akan mulai memahami ritme dan menemukan cara menyesuaikan setiap langkah dengan rintangan. Meskipun begitu, lingkungan permainan dipenuhi jebakan: lereng licin, batu curam, jembatan rapuh, hingga sungai deras. Nathan hampir selalu terjerembab, membuat perjalanan terasa mustahil tapi sekaligus memikat.

Karakter dan Humor Aneh

Nathan adalah karakter yang menyebalkan, pemalas, dan canggung. Ia mengeluh, berteriak, dan sering terseret rasa malu dalam interaksi sosial yang absurd. Meski demikian, justru sifat ini membuat pemain bersimpati. Setelah beberapa menit, banyak yang akan ingin menemaninya hingga ke puncak, bukan karena ingin menang, tapi karena penasaran dengan nasibnya.

Dialog permainan penuh humor aneh, delusional, dan tidak nyaman, namun di situlah letak kejeniusan Baby Steps. Pertemuan dengan karakter-karakter absurd seperti pria kambing atau pria kuda menambah sensasi surealis. Alih-alih membuat bosan, interaksi ini justru mengundang tawa di tengah penderitaan mekanik gameplay.

Baca Juga :  Ubisoft Hentikan Proyek Assassin’s Creed Baru Demi Fokus ke Inovasi Utama

Eksplorasi dan Kejutan Tersembunyi

Meski jalannya linear, Baby Steps menyimpan banyak kejutan. Ada jalur alternatif yang lebih berbahaya tapi bisa mengarah ke lokasi rahasia. Salah satu contoh unik adalah ketika pemain terseret sungai dan berakhir di sebuah lapangan sepak bola tersembunyi. Di sana, tugas baru muncul: mencoba mencetak gol menggunakan gerakan kikuk Nathan, sebuah tantangan kecil yang kocak namun tetap menegangkan.

Permainan mengizinkan pemain memilih jalannya: rute panjang tapi “aman”, atau jalan pintas penuh risiko. Keduanya sama-sama menyakitkan, tetapi setiap pilihan memberi pengalaman berbeda, membuat rasa penasaran terus mendorong pemain untuk melanjutkan.

Secara visual, grafis Baby Steps tidak istimewa, bahkan cenderung kasar. Namun hal ini justru mendukung nuansa absurd dan humor satir yang ditawarkan. Musiknya ringan dan lucu, sementara suara karakter yang seolah diisi oleh satu orang membuat percakapan semakin konyol.

Baca Juga :  MPL ID Season 16: Team Liquid ID Akhiri Tren Buruk, Tumbangkan Bigetron di Minggu Ketujuh

Baby Steps jelas bukan permainan untuk semua orang. Mekaniknya bisa membuat frustrasi, penuh kegagalan, dan terkadang terasa tidak adil. Tetapi bagi mereka yang mencari pengalaman unik, penuh humor gelap, dan kesulitan yang anehnya adiktif, game ini bisa menjadi salah satu judul paling segar tahun ini.

Skor: 85/100

Kelebihan:

  • Dunia penuh kejutan dan jalur alternatif

  • Karakter absurd dengan humor segar

  • Mekanik unik yang memadukan frustrasi dan kepuasan

Kekurangan:

  • Terlalu menyiksa bagi sebagian pemain

  • Beberapa bagian terasa tidak adil

Platform: PlayStation 5

Berita Terkait

Elden Ring Switch 2 Resmi Ditunda ke 2026, Performa Dinilai ‘Tidak Dapat Diterima’
Ubisoft Hentikan Proyek Assassin’s Creed Baru Demi Fokus ke Inovasi Utama
Battlefield 6 Tawarkan Realisme Sinematik dan Skala Perang Terbesar EA
Deretan Game Menarik Minggu Ini, Dari Battlefield 6 hingga Little Nightmares 3
Misteri Nama Desa Silent Hill f, Simbol Gelap yang Tersimpan di Dalamnya
Gameplay A.I.L.A. Tampilkan Teror Teknologi dan Psikologi Menegangkan
GTA Online Rayakan Halloween Lebih Awal: Zombie, Assassin, dan Hadiah Eksklusif
MPL ID Season 16: Team Liquid ID Akhiri Tren Buruk, Tumbangkan Bigetron di Minggu Ketujuh

Berita Terkait

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:39 WIB

Elden Ring Switch 2 Resmi Ditunda ke 2026, Performa Dinilai ‘Tidak Dapat Diterima’

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:24 WIB

Ubisoft Hentikan Proyek Assassin’s Creed Baru Demi Fokus ke Inovasi Utama

Jumat, 10 Oktober 2025 - 09:24 WIB

Battlefield 6 Tawarkan Realisme Sinematik dan Skala Perang Terbesar EA

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:37 WIB

Deretan Game Menarik Minggu Ini, Dari Battlefield 6 hingga Little Nightmares 3

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:37 WIB

Misteri Nama Desa Silent Hill f, Simbol Gelap yang Tersimpan di Dalamnya

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!