TUGU: Peluang Investasi Saham Asuransi Tugu Pratama?

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 16 Oktober 2025 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUGU: Peluang Investasi Saham Asuransi Tugu Pratama?

TUGU: Peluang Investasi Saham Asuransi Tugu Pratama?

KanalHarian.com JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) semakin gencar merambah segmen swasta dan ritel, menarik perhatian para analis pasar. Meskipun sekitar 58,5% kepemilikan sahamnya berada di tangan Pertamina, kontribusi induk perusahaan terhadap pendapatan premi TUGU justru kurang dari 30%. Fenomena ini menyoroti kemandirian dan potensi pertumbuhan TUGU yang signifikan. Pada perdagangan Rabu (15/10), saham TUGU ditutup menguat 0,5% ke level Rp1.000, dan dalam sebulan terakhir tercatat naik 3,09%.

Perusahaan asuransi ini memiliki ekosistem bisnis yang terintegrasi. Selain bergerak di bisnis asuransi umum, TUGU juga menaungi usaha reasuransi melalui TuguRe. Di sisi lain, TUGU mengembangkan sayapnya ke sektor rental dan penjualan kendaraan lewat PT Pratama Mitra Sejati (PMS), serta jasa risk surveyor yang dijalankan oleh PT Synergy Risk Management Consultant. Diversifikasi ini menjadi salah satu penopang utama daya tarik TUGU di mata investor.

Baca Juga :  IHSG Koreksi? Menkeu Ungkap Strategi Hadapi Realisasi Keuntungan

Merespons perkembangan tersebut, Analis Phintraco Sekuritas, Nurwachidah, dalam risetnya pada 6 Oktober 2025, menyoroti TUGU sebagai pemain kunci di industri asuransi umum. Ia menilai, perusahaan ini memiliki fundamental yang kokoh dan menawarkan imbal hasil dividen yang atraktif. Nurwachidah juga menyebut TUGU sebagai entitas bisnis besar dengan ekosistem yang terintegrasi, yang semakin memperkuat posisinya di pasar.

Lebih lanjut, Nurwachidah menuturkan bahwa TUGU menjadi salah satu pelopor dalam penerapan standar akuntansi PSAK 117 pada tahun 2025. “Meskipun laba semester I-2025 mengalami penurunan, hal tersebut lazim terjadi di industri seiring penyesuaian standar akuntansi baru,” jelas Nurwachidah, sebagaimana dikutip dari risetnya, Rabu (15/10). Ia memproyeksikan laba per saham (EPS) TUGU akan tumbuh secara majemuk 9% hingga 11% dalam empat tahun ke depan, menunjukkan kapabilitas TUGU untuk terus membagikan dividen dengan imbal hasil yang menarik.

Baca Juga :  IMAS & IMJS Melesat: Analis Ungkap Peluang Saham Grup Salim!

Dengan prospek tersebut, Nurwachidah memperkirakan dividen *yield* TUGU dapat mencapai 8-10% dalam beberapa tahun mendatang, dengan asumsi rasio pembayaran dividen sebesar 40%. Namun, ia juga memberikan catatan penting terkait aspek pengelolaan investasi TUGU. Menurutnya, tren penurunan suku bunga acuan saat ini merupakan momentum tepat bagi TUGU untuk mengoptimalkan portofolio investasinya guna meningkatkan imbal hasil.

Dalam analisis valuasinya, Nurwachidah menggunakan tiga pendekatan utama. Metode pertama adalah Dividend Discount Model (DDM), mengingat konsistensi TUGU dalam membagikan dividen. Kedua, perbandingan profitabilitas Return on Equity (ROE) terhadap rasio Price to Book Value (PBV). Terakhir, ia juga mempertimbangkan diskon nilai kapitalisasi pasar terhadap portofolio investasi likuid perusahaan. Berdasarkan ketiga analisis tersebut, Nurwachidah menetapkan target harga TUGU sebesar Rp1.960 per saham, setara dengan PBV 0,63x untuk tahun buku 2025.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!