PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), emiten yang dikenal dalam perdagangan besar bahan kimia anorganik dan gas, secara resmi mengumumkan ekspansi strategis dengan merambah lini bisnis konstruksi dan pengolahan limbah berkelanjutan. Langkah diversifikasi ini, yang bertujuan memperkuat ekosistem bisnis intinya, telah dinyatakan layak berdasarkan analisis Kantor Jasa Penilai Publik independen dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 10 November 2025.
Direktur Utama Surya Biru Murni Acetylene, Rini Dwiyanti, menuturkan bahwa diversifikasi ini akan membawa nilai tambah signifikan bagi perusahaan. “Ini akan memperkuat ekosistem bisnis SBMA dengan pemanfaatan hasil samping produksi acetylene atau limbah karbid menjadi bahan bangunan bernilai tambah,” jelasnya dalam keterangan resmi pada Senin, 13 Oktober 2025. Dengan demikian, perseroan secara efektif mengubah limbah menjadi aset bernilai.
Rencana ekspansi ini bukanlah tanpa persiapan matang. SBMA sebelumnya telah mengumumkan inisiatif ini kepada publik melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Oktober 2025. Hasil penilaian independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik menunjukkan bahwa perubahan lini usaha SBMA ke sektor konstruksi dan pengolahan limbah ini dinilai sangat layak, memberikan landasan kuat bagi manajemen untuk melangkah maju.
Rini Dwiyanti lebih lanjut menguraikan bahwa diversifikasi bisnis ini bersifat sangat strategis. Pasar di Kalimantan Timur, khususnya dengan adanya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), menunjukkan peningkatan pesat dalam permintaan akan jasa konstruksi dan pengelolaan limbah. Dengan demikian, SBMA memposisikan diri untuk memenuhi kebutuhan pasar yang krusial tersebut.
Meskipun demikian, Rini menegaskan bahwa perluasan bisnis ini sama sekali tidak berarti perseroan akan meninggalkan bisnis inti gas industrinya. “Ini bukan berarti meninggalkan bisnis inti di gas industri. Sebaliknya, kami memperkuat fondasi bisnis tersebut dengan menambahkan sektor yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasi,” kata dia. Diversifikasi ini justru dilihat sebagai upaya sinergis untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan infrastruktur bisnis yang telah terbangun kokoh di wilayah Kalimantan, SBMA memiliki posisi yang sangat strategis. Perusahaan bertekad untuk menjadi salah satu pemasok utama bahan konstruksi dan penyedia layanan industri berkelanjutan di kawasan tersebut, memanfaatkan pengalaman dan jaringannya yang luas.






