Marquez Dihantam Isu Rossi: Fans MotoGP Kembali Terbelah?

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 16 Oktober 2025 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marquez Dihantam Isu Rossi: Fans MotoGP Kembali Terbelah?

Marquez Dihantam Isu Rossi: Fans MotoGP Kembali Terbelah?

Loris Reggiani Ungkit Kembali Drama MotoGP 2015, Soroti Konflik Valentino Rossi dan Marc Marquez

Mantan pembalap MotoGP, Loris Reggiani, kembali mengungkit memori panas MotoGP musim 2015, sebuah periode yang lekat dengan drama sengit antara dua ikon, Valentino Rossi dan Marc Marquez. Pernyataannya muncul menyusul performa Marquez pada musim ini, di mana Reggiani secara blak-blakan menyoroti insiden “Sepang Clash” dan mengkritik kurangnya respek Marquez terhadap dunia balap motor, bahkan menyarankan agar ia meminta maaf atas perbuatannya.

Musim MotoGP 2015 dikenang sebagai salah satu periode paling menguras emosi, ditandai oleh ketegangan akut antara Valentino Rossi dan Marc Marquez yang memuncak pada insiden “Sepang Clash” di GP Malaysia. Peristiwa tersebut, yang menuduh Rossi menendang “Si Alien” hingga terjatuh, menyisakan perdebatan panjang yang kebenarannya tak pernah terkonfirmasi hingga “The Doctor” pensiun di akhir musim 2021. Sementara itu, Marc Marquez terus menorehkan prestasinya, meraih gelar juara dunia dan kini menyamai Rossi dengan tujuh trofi kelas utama yang telah ia genggam. Dinamika Marquez di lintasan pada musim ini rupanya kembali membangkitkan ingatan Reggiani, yang langsung mengarahkan pandangannya pada musim 2015, di mana Marquez dianggapnya sebagai figur kontroversial yang menghambat ambisi Rossi. Secara tegas, Reggiani menilai pembalap berusia 32 tahun itu telah kehilangan rasa hormat terhadap MotoGP dan seluruh dunia balap motor.

Baca Juga :  Rossi Bantu Bagnaia Atasi Ducati, Marquez Terseret?

Menurut Reggiani, musim 2015 telah mencoreng reputasi Marquez sebagai seorang pembalap yang jujur dan sportif, terutama setelah “bermain api” dengan Rossi. Akibat insiden tersebut dan hukuman yang menyertainya, Rossi harus merelakan kesempatan emas untuk merebut gelar juara dunia musim itu dari tangan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo. Tidak mengherankan bagi Reggiani melihat cemoohan yang diterima Marquez saat tampil di Italia, negara asal Rossi, pada musim ini. Bahkan balutan warna merah Ducati, pabrikan kebanggaan Italia, tak mampu melindungi Marquez dari siulan sinis para penggemar saat melaju di sirkuit Mugello dan Misano.

“Musim itu mengubah segalanya. Marquez tidak menghormati dunia balap motor,” tegas Reggiani, seperti dilansir KanalHarian.com dari DiarioAS. Ia bahkan menyebutkan, “Musim itu mendiskualifikasinya sebagai seorang pria.” Reggiani, yang mengaku awalnya merupakan penggemar Marquez dan bahkan secara jujur lebih menyukai gaya balap “Si Alien” ketimbang Rossi, menuturkan, “Saya sangat suka dia promosi ke MotoGP dan menempatkan semua orang pada tempatnya dengan bakatnya.” Ia mengakui bakat Marquez tak terbantahkan, namun menyesalkan, “Tak ada yang bisa merebutnya, tapi nama Marquez telah kehilangan banyak hal, saya tidak heran mereka mencemoohnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Duet Mario Aji-Pembalap Jepang Guncang Moto2 2026!

Bagi Reggiani, langkah terbaik yang bisa diambil Marquez saat ini adalah menunjukkan kerendahan hati dengan mengakui kesalahannya dan meminta maaf, meskipun insiden tersebut sudah terjadi bertahun-tahun silam. Selain itu, Reggiani juga menolak keras tudingan bahwa Rossi menendang Marquez pada GP Malaysia 2015, menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. “Yang perlu dia lakukan hanyalah meminta maaf, bahkan sepuluh tahun kemudian,” ujar Reggiani. Ia melanjutkan dengan keyakinan, “Rossi tidak pernah menendang Marquez, bahkan Dorna pun tidak menganggapnya seperti itu.” Mantan pembalap itu juga memberikan argumen logis, “Mustahil secara sisi manusiawi menendang motor seberat 150 kilogram saat sedang melaju, bahkan saat pelan sekalipun.”

Reggiani berpendapat bahwa Valentino Rossi sejatinya sangat pantas meraih gelar juara dunia pada musim 2015, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Lorenzo pada balapan penentuan. “Rossi pantas mendapatkan gelar itu, dia memimpin dari balapan pertama hingga seri penultima,” tutur Reggiani. Meskipun Lorenzo berhasil memenangi lebih banyak Grand Prix, Reggiani menyoroti konsistensi Rossi yang lebih unggul. Ia juga mengacu pada pengakuan Lorenzo sendiri setelah balapan di Valencia, “Lorenzo sedikit bermain lebih baik, dia sendiri yang mengatakannya setelah balapan di Valencia.” Mengakhiri pernyataannya, Reggiani menekankan, “Jika tiga balapan terakhir berjalan sebagaimana mestinya, Rossi akan memenangkan Kejuaraan Dunia itu, di usia 36 tahun!”

Berita Terkait

Como ke Eropa? Reaksi Mirwan Suwarso Ungkap Ambisi Klub!
Sanksi AFC Mengintai! Harapan Malaysia di Ujung Tanduk FIFA
Haaland Menggila! Rayan Cherki Kirim Man City Libas Bournemouth
Ruben Amorim Bertindak Tak Terduga: Man United Tertahan di Nottingham!
Ultimatum Quartararo: Yamaha Harus Buktikan Diri Sekarang!
Ronaldo Bangga! Putra Debut Gol, Jadi Penerus di Portugal?
Gladbach Akhiri Paceklik: Kevin Diks Bawa Kemenangan Telak!
UFC 321 Kontroversial: Reaksi Dana White Mengguncang Dunia MMA!

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 10:33 WIB

Sanksi AFC Mengintai! Harapan Malaysia di Ujung Tanduk FIFA

Senin, 3 November 2025 - 06:11 WIB

Haaland Menggila! Rayan Cherki Kirim Man City Libas Bournemouth

Senin, 3 November 2025 - 02:52 WIB

Ruben Amorim Bertindak Tak Terduga: Man United Tertahan di Nottingham!

Minggu, 2 November 2025 - 20:11 WIB

Ultimatum Quartararo: Yamaha Harus Buktikan Diri Sekarang!

Minggu, 2 November 2025 - 17:41 WIB

Ronaldo Bangga! Putra Debut Gol, Jadi Penerus di Portugal?

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!