Kripto: Pacu Ekonomi Digital atau Sekadar Gelembung?

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 16 Oktober 2025 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kripto: Pacu Ekonomi Digital atau Sekadar Gelembung?

Kripto: Pacu Ekonomi Digital atau Sekadar Gelembung?

Industri kripto di Indonesia diproyeksikan menjadi motor penggerak signifikan bagi ekonomi digital nasional. Sebuah studi terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengestimasi sektor ini berpotensi menciptakan hingga 1,22 juta lapangan kerja baru serta menyumbang antara Rp 189,46 triliun hingga Rp 260,36 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, setara dengan 0,86 sampai 1,18 persen.

Potensi ekonomi sebesar ini akan terwujud bila pendapatan dari perdagangan aset kripto dapat dialirkan kembali ke sektor riil, baik melalui konsumsi maupun investasi domestik. Artinya, dampak ekonomi dari aset digital ini tidak terbatas pada transaksi semata, melainkan mampu memicu efek berantai yang bermanfaat bagi berbagai sektor lain di Tanah Air.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menuturkan bahwa pertumbuhan industri kripto lebih dari sekadar nilai transaksi. Menurutnya, ini adalah peluang nyata untuk menguatkan ekonomi digital nasional secara menyeluruh. Antony menyampaikan, “Industri kripto memberikan ruang bagi inovasi, tenaga kerja digital, dan kontribusi signifikan terhadap PDB jika dikelola secara tepat,” dalam keterangannya pada Kamis (16/10/2025).

Baca Juga :  Rupiah Terkoreksi Tipis: Dampak Kurs Rp16.572 per Dolar AS?

Data terkini menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, perdagangan aset kripto di Indonesia telah berkontribusi sebesar Rp 70,04 triliun bagi perekonomian. Lebih dari itu, sektor ini telah membuka lebih dari 333.000 lapangan kerja baru. Angka-angka ini menegaskan bahwa ekosistem kripto di Tanah Air terus berkembang dan memiliki kapasitas besar untuk menjadi salah satu pendorong utama ekonomi digital. Pencapaian ini sejalan dengan proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang berpotensi menembus US$ 130 miliar pada tahun 2025, sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk menjadikan ekonomi digital sebagai isu sentral dalam peningkatan Kerangka Kerja Sama Ekonomi ASEAN (AKFTA).

Melihat proyeksi pertumbuhan yang menjanjikan ini, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan fondasi yang kuat. Keseimbangan antara inovasi yang dinamis dan kerangka regulasi yang adaptif menjadi kunci utama. Regulasi yang jelas dan prediktif tidak hanya menciptakan iklim industri yang kompetitif dan aman bagi masyarakat, tetapi juga mendorong investasi jangka panjang. Sementara itu, upaya berkelanjutan dalam literasi dan transparansi publik, terutama melalui platform yang berizin, akan menjadi penentu keberhasilan untuk mencapai visi ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  BPOM Genjot Percepatan Uji Klinik Obat Berstandar Internasional di IMEDIC 2025

Antony menekankan bahwa keseimbangan antara regulasi dan inovasi menjadi esensial. Regulasi yang jelas dan adaptif akan menciptakan iklim industri yang tidak hanya kompetitif tetapi juga aman bagi masyarakat. Ia juga mendorong pembaruan aturan periklanan guna memastikan edukasi publik dan transparansi tetap terjaga, khususnya dalam penggunaan platform yang telah berizin.

Sebagai salah satu pemain utama di pasar aset kripto Indonesia, Indodax secara aktif mengimplementasikan berbagai program literasi digital dan edukasi mengenai keamanan aset kripto bagi para penggunanya. Antony menegaskan, “Kami melihat literasi dan keamanan sebagai fondasi utama pertumbuhan industri. Tanpa itu, potensi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tidak akan optimal.”

Dengan semakin tingginya volume transaksi digital, kehadiran platform kripto legal seperti Indodax menjadi sangat krusial. Platform ini berfungsi sebagai jembatan yang aman bagi investor untuk berpartisipasi dalam ekosistem aset digital. Efek berganda dari ekosistem ini diharapkan juga akan memacu pertumbuhan sektor riil lainnya, mencakup teknologi finansial, perusahaan rintisan (startup), hingga layanan digital berbasis teknologi blockchain.

Baca Juga :  Harga Nikel Berpengaruh? Analisis & Rekomendasi Saham NCKL

Menyambung komitmen tersebut, Antony menyebutkan bahwa Indodax siap mendukung kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kripto yang legal, aman, dan berkelanjutan di Indonesia. Ia kembali menekankan bahwa industri aset kripto bukan sekadar arena investasi, melainkan merupakan bagian integral dari pembangunan ekosistem ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda Tanah Air.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!