APEC 2024: Peluang Redam Gejolak Ekonomi Global?

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 1 November 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APEC 2024: Peluang Redam Gejolak Ekonomi Global?

APEC 2024: Peluang Redam Gejolak Ekonomi Global?

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 secara resmi dibuka di Gyeongju, Korea Selatan, pada Jumat, 31 Oktober 2025. Pertemuan penting yang dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2025 ini mempertemukan para pemimpin dari 21 ekonomi anggota APEC, bersama dengan perwakilan negara tamu dan organisasi internasional, dalam upaya kolektif mendorong pertumbuhan ekonomi dan integrasi di tengah meningkatnya aksi sepihak serta hambatan perdagangan global.

Agenda utama KTT APEC Gyeongju ini berfokus pada pembahasan upaya mendalam untuk meningkatkan perdagangan bebas dan memajukan integrasi ekonomi di kawasan. Dilaporkan oleh kantor berita Yonhap dan dikutip oleh Antara, sesi-sesi diskusi diharapkan menghasilkan konsensus konkret yang dapat menopang stabilitas dan kemakmuran regional.

Di antara para pemimpin terkemuka yang hadir di Gyeongju adalah Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Namun, salah satu absen yang cukup disorot adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski sebelumnya sempat menghadiri forum bisnis APEC serta bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung dan Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Trump memutuskan untuk tidak mengikuti KTT utama tersebut.

Baca Juga :  Ekonomi RI 2024: Survei Ahli LPEM UI Ungkap Prospek!

Pembukaan KTT diawali dengan sambutan hangat dari Presiden Lee Jae-myung kepada para pemimpin negara yang hadir, sebelum dimulainya sesi pertama bertajuk “Menuju Wilayah Tangguh yang Lebih Terhubung.” Menurut kantor kepresidenan Korea Selatan, para pemimpin APEC akan mendiskusikan berbagai langkah untuk menjadikan kawasan Asia-Pasifik lebih terbuka, dinamis, dan tangguh. Presiden Lee sendiri disebut akan mengambil peran vital dalam menjembatani tercapainya mufakat di antara para pemimpin. Kantor kepresidenan Korea Selatan menegaskan, “Kami hendak memulihkan komitmen kawasan terhadap kolaborasi dan menjajaki langkah konkret supaya APEC tetap menjadi forum ekonomi kunci di kawasan.”

Upaya Korea Selatan sebagai tuan rumah untuk memajukan “Deklarasi Gyeongju” yang diusulkannya, serta inisiatif di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan perubahan demografis, merefleksikan kesadaran akan urgensi adaptasi ekonomi global. Langkah-langkah strategis ini, di tengah lanskap perdagangan yang penuh tantangan, menjadi krusial untuk memastikan APEC tetap relevan dalam membentuk masa depan ekonomi Asia-Pasifik yang lebih inklusif dan berkelanjutan, bertindak bukan sekadar forum diskusi, melainkan lokomotif aksi nyata.

Baca Juga :  RUPS Luar Biasa Garuda: Apa Dampaknya Bagi Penerbangan?

Dalam dua sesi utama yang berlangsung, para pemimpin APEC juga akan membahas saran-saran dari pejabat tinggi negara-negara anggota guna menciptakan kawasan Asia-Pasifik yang lebih makmur. Hal ini akan dicapai melalui peningkatan kerja sama di bidang rantai pasok dan transisi digital. Namun, perhatian utama tertuju pada sejauh mana para pemimpin akan mencapai konsensus dalam merumuskan jalan bagi perdagangan internasional, mengingat adanya perbedaan pandangan mereka tentang tatanan perdagangan bebas global yang didukung multilateralisme.

Dalam beberapa tahun terakhir, mayoritas anggota APEC telah secara konsisten mendukung perdagangan bebas yang berbasis pada sistem Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Mereka juga menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme. Terbukti, semua deklarasi yang ditandatangani selama KTT APEC dari tahun 2021 hingga 2024 selalu memuat klausul yang mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO “sebagai intinya.” Klausul ini mulai muncul dengan lebih tegas setelah Presiden Trump mengakhiri masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS.

Penting untuk dipahami bahwa deklarasi pemimpin dalam KTT APEC hanya dapat disahkan melalui kesepakatan bulat dari setiap anggota APEC. Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menyampaikan bahwa setelah pertemuan tingkat menteri APEC pada Kamis, kesepakatan terhadap deklarasi bersama APEC tahun ini “semakin dekat.” Ia juga menambahkan bahwa hasil negosiasi akhir yang masih berjalan akan dibahas dalam KTT. “Kami berharap supaya dokumen tersebut dapat disahkan pada Sabtu ketika sesi retret para pemimpin APEC,” ujar Cho.

Baca Juga :  TUGU: Peluang Investasi Saham Asuransi Tugu Pratama?

Sementara itu, Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han-koo menjelaskan bahwa kesepakatan dasar telah tercapai dalam aspek rantai pasok, digital, dan lingkungan. Ia menuturkan bahwa ketiga hal tersebut merupakan “inti dari agenda perdagangan hari ini dan pilar ekonomi masa depan.” Yeo juga menegaskan, “Kami akan terus menjunjung tinggi multilateralisme berbasis pada WTO. Namun, ketika sistem WTO sedang dipertaruhkan, kami juga mendukung kerja sama plurilateral,” merujuk pada sistem kerja sama antar-negara dengan lingkup yang lebih kecil untuk mencapai tujuan bersama.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!