Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengkaji opsi memasukkan vaksin influenza ke dalam program imunisasi nasional agar dapat diakses gratis oleh publik. Saat ini, vaksinasi influenza yang sudah memiliki izin edar, termasuk produk dalam negeri, masih bersifat mandiri atau berbayar, di tengah kenaikan kasus tipe AH3.
Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, membenarkan hal ini di Jakarta, Kamis (30/10/2025). “Memang belum masuk ke dalam program imunisasi nasional. Jadi masih sangat dibutuhkan perjuangan,” kata Prima Yosephine. Ia menjelaskan, kajian ini krusial untuk menilai prioritas penyakit dan kesiapan anggaran negara untuk memberikannya secara massal.
Prima menyoroti, tipe influenza yang sedang naik adalah AH3 yang berpola musiman, namun penularannya harus tetap dicegah agar tidak meluas. Kebutuhan kajian ini, menurut Prima, mendesak karena influenza sering dianggap remeh padahal bisa berakibat fatal bagi 21,9 juta kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, dimana 8,5 juta di antaranya tinggal di daerah terpencil yang sulit dijangkau, katanya.
Sembari menunggu kajian tuntas, Kemenkes memperkuat strategi komprehensif mulai dari pencegahan, deteksi dini di pintu masuk negara, hingga respons penanganan. “Jadi yang paling utama adalah tentu kita harus terus bisa memantau dengan sistem surveilans yang kuat agar kita tidak lengah,” tegasnya.
Pihaknya juga menganjurkan publik, terutama kelompok rentan, untuk mendapatkan vaksin influenza secara mandiri setiap tahun. Publik juga diimbau menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS), mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk. “Kalau memang Anda sedang merasakan atau sedang bergejala, ada batuk, ada mungkin pilek, mohon untuk bisa memakai masker,” katanya.
Wacana memasukkan vaksin influenza ke dalam program imunisasi nasional ini menandai pergeseran fokus pemerintah dalam penanganan penyakit musiman pasca-pandemi. Keberhasilan kajian ini tidak hanya akan meringankan beban finansial warga, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan kesehatan kolektif Indonesia terhadap ancaman wabah influenza yang terus bermutasi.






