Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi mata uang yuan Tiongkok (Chinese Renminbi/CNH), atau yang dikenal dengan sebutan Dim Sum Bonds, dengan nilai mencapai 6 miliar yuan atau setara Rp 13,2 triliun (dengan kurs 1 yuan sekitar Rp 2.200). Langkah penting ini diumumkan Kementerian Keuangan pada Jumat, 24 Oktober 2025, menandai debut Indonesia di panggung pasar obligasi yuan global sekaligus menjadi penerbitan global bonds berformat SEC-registered yang ke-18 oleh pemerintah.
Terbitnya obligasi ini merupakan tonggak strategis dalam upaya diversifikasi sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, langkah tersebut bertujuan untuk memperluas basis investor global, membuka peluang baru bagi partisipasi pihak-pihak yang sebelumnya mungkin belum terjangkau dalam instrumen keuangan Indonesia.
Minat investor terhadap Dim Sum Bonds terlihat sangat tinggi. Setelah masa penawaran dibuka pada Kamis, 23 Oktober 2025, penerbitan ini berhasil menarik perhatian investor *onshore* (domestik) Tiongkok. Total *final orderbook* mencapai angka fantastis 18 miliar yuan, setara Rp 39,6 triliun, melampaui ekspektasi. Tingginya permintaan tersebut menjadi sinyal kuat kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi, prospek pertumbuhan yang cerah, serta kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.
Langkah penerbitan obligasi berdenominasi yuan ini tidak sekadar memperkaya portofolio utang negara, melainkan juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain yang diperhitungkan di pasar keuangan internasional. Keberhasilan dalam menarik minat investor, khususnya dari Tiongkok, menggarisbawahi daya tarik fundamental ekonomi Indonesia dan strategi diversifikasi pembiayaan yang kian adaptif terhadap dinamika global. Ini mencerminkan kematangan dalam pengelolaan fiskal dan kesiapan untuk mengeksplorasi instrumen pendanaan yang inovatif.
Besarnya minat investor memungkinkan pemerintah menetapkan tingkat imbal hasil (yield) akhir yang lebih kompetitif dari level penawaran awal (*Initial Price Guidance*). Tercatat penurunan sebesar 45 basis poin (bps) untuk tenor 5 tahun dan 40 bps untuk tenor 10 tahun. Dengan demikian, *yield* akhir yang ditetapkan untuk tenor 5 tahun adalah 2,5 persen, sementara untuk tenor 10 tahun mencapai 2,9 persen.
Dim Sum Bonds ini memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch Ratings, yang menunjukkan tingkat kelayakan kredit yang baik. Obligasi tersebut akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST). Untuk kelancaran transaksi, Bank of China, HSBC, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai *Joint Lead Managers*.
Rincian hasil penerbitan untuk tenor 5 tahun adalah sebagai berikut:
Dim Sum Bond RICNH1030
Tenor: 5 Tahun
Tanggal Jatuh Tempo: 31 Oktober 2030
Tanggal *pricing*: 23 Oktober 2025
Tanggal penerbitan: 31 Oktober 2025
Nominal penerbitan: CNY3,5 miliar
Kupon: 2,5 persen
*Yield*: 2,5 persen
*Re-offer price*: 100,00
Sementara itu, untuk tenor 10 tahun, rinciannya adalah:
Dim Sum Bond RICNH1035
Tenor: 10 Tahun
Tanggal Jatuh Tempo: 31 Oktober 2035
Tanggal *pricing*: 23 Oktober 2025
Tanggal penerbitan: 31 Oktober 2025
Nominal penerbitan: CNY2,5 miliar
Kupon: 2,9 persen
*Yield*: 2,9 persen
*Re-offer price*: 100,00






