EMTK, AGRO, BBTN: Intip Rekomendasi Saham Mirae Sekuritas Hari Ini!

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EMTK, AGRO, BBTN: Intip Rekomendasi Saham Mirae Sekuritas Hari Ini!

EMTK, AGRO, BBTN: Intip Rekomendasi Saham Mirae Sekuritas Hari Ini!

KanalHarian.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif pada pembukaan perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025. Tercatat pada pukul 09.09 WIB, IHSG berhasil menguat 30,484 poin atau 0,38 persen, membawa indeks ke level 8.097,006.

Kendati demikian, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tannar, menuturkan bahwa IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Menurut prediksinya, pergerakan indeks hari ini akan berada di rentang 8.006 hingga 8.186. Pergerakan IHSG kemarin ditutup melemah signifikan di level 8.066,52 atau minus 1,95 persen, setelah sempat bergerak antara 7.974,03 dan 8.284,91. Penurunan ini menandakan adanya tekanan jual yang kuat serta penembusan dari kanal naik jangka pendek.

Volume perdagangan tercatat melonjak hingga 464.099.580, jauh di atas rata-rata 393.994.312, yang mengindikasikan adanya distribusi tinggi di pasar. IHSG memiliki area *support* krusial di 8.057 (minus 0,12%) dan 8.006 (minus 0,75%), sedangkan area *resistance* terdekat berada di 8.147 (plus 1,00%) dan 8.186 (plus 1,48%), yang berpotensi menjadi titik pantulan.

Indikator teknikal menunjukkan pelemahan yang kuat. MACD berada di zona negatif pada -4.18 / 5.62, sementara RSI 15.02 dan MFI 21.33 berada di zona *oversold* ekstrem. Meskipun W%R -57.80 menandakan tekanan jual mulai menurun, CMO -69.96 menegaskan bahwa tren turun masih dominan. Secara statistik, tren periode 30 hari dengan r-squared 0.75, *slope* 16.17, dan Z-score 1.13, mengindikasikan pelemahan yang terarah, namun mendekati batas jenuh jual. Peluang *technical rebound* menuju 8.147–8.186 masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.006. Namun, jika indeks menembus di bawah level tersebut, potensi koreksi berlanjut ke 7.950–7.900 patut diwaspadai.

Selain memberikan pandangan teknikal untuk IHSG, Tasrul juga menyampaikan rekomendasi teknikal untuk sejumlah saham pilihan. Berikut adalah rinciannya:

Baca Juga :  Jalan Dipelihara, Jasamarga Pastikan Kelancaran Lalu Lintas Seminggu Ini

PT Elang Mahkota Tekhnologi Tbk (EMTK)

Saham EMTK ditutup melemah di harga 1.310, atau turun 5,42 persen, setelah bergerak dalam rentang 1.230–1.370. Ini menunjukkan tekanan jual yang masih kuat, berada di bawah tren naik sebelumnya. Volume perdagangan melonjak drastis hingga 260.361.600, jauh melampaui rata-rata 139.711.410, mengindikasikan distribusi besar dengan tekanan jual asing. Rata-rata beli asing sebesar 21.626.170, berhadapan dengan rata-rata jual asing 20.605.533.

Area *support* 1 di 1.270 (minus 3,05%) dan *support* 2 di 1.240 (minus 5,34%) menjadi zona pertahanan utama sekaligus level *cut loss*. Di sisi lain, *resistance* 1 di 1.335 (plus 1,91%) dan *resistance* 2 di 1.365 (plus 4,20%) menjadi target pantulan teknikal. Indikator teknikal memperlihatkan pelemahan yang mendalam. MACD berada di zona negatif pada -24.46 / -12.20, sementara MFI 22.46 dan RSI 4.40 mengindikasikan kondisi *oversold* ekstrem. W%R -71.14 menunjukkan tekanan jual mulai jenuh, dan CMO -91.20 menegaskan tren turun yang berlebihan, berpotensi memicu *technical rebound* jangka pendek.

Secara statistik, tren periode 79 hari mencatat koreksi terarah dengan r-squared 0.90, *correlation* 0.90, dan *beta* 0.85, menandakan pergerakan yang masih sejalan dengan pasar. Z-score 1.64, *slope* 15.13, PVR 6.70, dan VVR 5.62 menggambarkan volatilitas yang tinggi. Selama harga mampu bertahan di atas 1.240, peluang *rebound* menuju 1.335–1.365 tetap terbuka. Namun, jika harga turun di bawah level tersebut, potensi koreksi lanjutan menuju 1.200–1.180 perlu diwaspadai. Saham EMTK dibuka pada level Rp 1.325 per saham pada awal perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025.

Support: Rp 1.240 – Rp 1.270
Resistance: Rp 1.335 – Rp 1.365
Rekomendasi: *Buy on weakness*

Baca Juga :  IHSG Melonjak! Peluang Investasi Menguntungkan Esok Hari?

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)

Saham AGRO ditutup melemah pada level 222, turun 3,48 persen, setelah bergerak di rentang 220–234. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang masih kuat di bawah tren menengah. Volume perdagangan tercatat 28.434.800, sedikit di bawah rata-rata 37.967.301, mengindikasikan minat beli yang mulai melemah. Aktivitas asing cenderung *net sell*, dengan rata-rata beli asing 2.466.190 berbanding rata-rata jual asing 1.989.465.

Area *support* 1 di 220 (minus 0,90%) dan *support* 2 di 214 (minus 3,60%) menjadi zona pertahanan penting sekaligus level *cut loss*. Sementara itu, *resistance* 1 di 230 (plus 3,60%) dan *resistance* 2 di 234 (plus 5,41%) menjadi batas pantulan teknikal. Dari indikator teknikal, MACD -1.72 / -0.95 masih negatif, menandakan tren turun yang berlanjut. MFI 5.97 dan RSI 4.97 menunjukkan kondisi *oversold* ekstrem, membuka peluang *technical rebound* jangka pendek. W%R -82.25 dan CMO -90.06 mempertegas kondisi jenuh jual yang berpotensi memicu pantulan terbatas.

Secara statistik, tren periode 81 hari mencatat r-squared 0.71, *correlation* 0.90, dan *beta* 2.19, mengindikasikan pergerakan searah pasar dengan volatilitas tinggi. Z-score 1.05, *slope* 0.65, PVR 3.78, dan VVR 22.96 menandakan tren melemah namun masih dalam fase stabil. Selama harga AGRO mampu bertahan di atas 214, peluang *rebound* menuju 230–234 tetap ada. Namun, bila menembus ke bawah, koreksi lanjutan ke 205–200 perlu diwaspadai. Pada awal perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025, saham AGRO dibuka di level Rp 222 per saham.

Support: Rp 214 – Rp 220
Resistance: Rp 230 – Rp 234
Rekomendasi: *Buy on weakness*

Baca Juga :  Laba Siloam International Melesat: Rp 761,34 Miliar di Kuartal III-2025

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Saham BBTN ditutup melemah di harga 1.130, turun 0,88 persen, setelah bergerak dalam kisaran 1.120–1.160. Penurunan ini menandakan tekanan jual yang masih kuat di bawah tren menengah. Volume perdagangan tercatat 28.587.300, sedikit di bawah rata-rata 38.600.609, menunjukkan lemahnya minat beli. Aktivitas asing relatif seimbang, dengan rata-rata beli asing 4.615.127 berbanding rata-rata jual asing 4.381.970.

Area *support* 1 di 1.120 (minus 0,88%) dan *support* 2 di 1.105 (minus 2,21%) menjadi batas bawah penting sekaligus level *cut loss*. Di sisi lain, *resistance* 1 di 1.150 (plus 1,77%) dan *resistance* 2 di 1.165 (plus 3,10%) menjadi area uji pantulan jangka pendek. Indikator teknikal menunjukkan pelemahan signifikan. MACD -7.95 / 5.93 masih negatif, sedangkan MFI 7.36 dan RSI 5.91 berada di zona *oversold* ekstrem, membuka peluang *technical rebound* terbatas.

W%R -80.55 dan CMO -88.18 mempertegas kondisi jenuh jual, menandakan potensi pantulan jika muncul akumulasi beli di area bawah. Secara statistik, tren periode 160 hari menunjukkan arah melemah dengan r-squared 0.67, *correlation* 0.88, dan *beta* 1.22, mengindikasikan pergerakan yang masih sejalan dengan pasar namun volatilitas meningkat. Z-score 0.97, *slope* 2.87, PVR 2.35, dan VVR 6.55 menunjukkan tren menurun disertai fluktuasi tinggi. Selama harga BBTN bertahan di atas 1.105, peluang *rebound* menuju 1.150–1.165 tetap terbuka. Namun, penembusan ke bawah level tersebut berisiko memperpanjang koreksi menuju 1.080–1.050. Saham BBTN dibuka pada level Rp 1.140 per saham pada awal perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025.

Support: Rp 1.105 – Rp 1.210
Resistance: Rp 1.150 – Rp 1.165
Rekomendasi: *Trading buy*

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!