Tiang Monorel Jakarta Dibongkar: Adhi Karya Koordinasi dengan DKI

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiang Monorel Jakarta Dibongkar: Adhi Karya Koordinasi dengan DKI

Tiang Monorel Jakarta Dibongkar: Adhi Karya Koordinasi dengan DKI

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) baru-baru ini bertemu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna membahas rencana pembongkaran tiang eks monorel yang telah lama mangkrak. Pertemuan strategis ini juga mencakup aspek pendampingan hukum terkait pelaksanaan pembongkaran tersebut. Corporate Secretary Adhi Karya, Rozi Sparta, menuturkan bahwa skema final dari pembongkaran tiang masih dalam tahap pembahasan intensif, sebagaimana ia sampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Rozi menjelaskan, tiang-tiang monorel tersebut saat ini tercatat pada pos aset tidak lancar lainnya, tepatnya di bagian persediaan panjang pada laporan keuangan ADHI. Ia menggarisbawahi bahwa perseroan masih terus mengkaji rencana pembongkaran ini sembari berdiskusi dengan para pemangku kepentingan terkait. Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, Rozi memastikan bahwa rencana pembongkaran tiang monorel oleh Pemprov DKI Jakarta tidak akan berdampak material terhadap kelangsungan usaha maupun harga saham Perseroan secara keseluruhan. Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan pasar dan menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika kebijakan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Gasifikasi Batu Bara: Bukit Asam Gandeng Perusahaan Cina?

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan urgensi penertiban seluruh lokasi pekerjaan lapangan yang tidak aktif. Ini termasuk galian kabel dan proyek sumber daya air, yang dinilai memperparah kemacetan lalu lintas Ibu Kota. Pramono mengungkapkan, berdasarkan putusan pengadilan negeri dan arahan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, kewajiban membongkar tiang monorel sebenarnya berada pada Adhi Karya.

Menanggapi hal tersebut, Pramono Anung menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengambil alih jika Adhi Karya tidak sanggup melaksanakannya. “Kalau kemudian Adhi Karya katakanlah tidak mampu, maka Pemerintah Jakarta akan melakukan tindakan untuk membersihkan,” tegas Pramono, menyoroti komitmen Pemprov dalam menyelesaikan masalah infrastruktur mangkrak.

Awal Mula Proyek Monorel

Asal mula tiang-tiang monorel yang kini menjadi perhatian berawal dari visi modernisasi transportasi di Jakarta pada tahun 2004, di mana pembangunan monorel menjadi salah satu solusinya. Konsorsium PT Jakarta Monorail dan Omnico Singapura kemudian ditunjuk sebagai pelaksana proyek ambisius ini, dengan Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pembangunannya pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Baca Juga :  BLT Rp30 Triliun Memicu Peluang Cuan Saham UNVR MYOR ICBP!

Jalur awal monorel dirancang membentang sepanjang lima kilometer, menghubungkan kawasan Casablanca hingga Karet, dilengkapi dengan 14 titik pemberhentian. Namun, proyek ini tidak bertahan lama. Pembangunan mulai tersendat dan akhirnya terhenti pada tahun 2005. Uji beban fondasi di jalur Asia Afrika tidak dapat dilanjutkan akibat kendala pendanaan. Konsorsium Jakarta Monorail gagal memperoleh modal tambahan, salah satunya karena pemerintah tidak turut serta dalam investasi. Dari total nilai investasi sekitar US$ 670 juta, sebagian besar atau sekitar US$ 470 juta berasal dari pinjaman luar negeri.

Proyek monorel yang mangkrak ini menjadi cerminan kompleksitas perencanaan dan pelaksanaan infrastruktur perkotaan di Jakarta, melintasi berbagai era kepemimpinan. Permasalahan pendanaan yang tak kunjung tuntas, tarik ulur kebijakan, serta ketidakmampuan konsorsium memenuhi persyaratan, seolah menjadi benang merah yang mengikat setiap upaya untuk menghidupkan kembali proyek ambisius ini, menyisakan tiang-tiang beton sebagai saksi bisu janji modernisasi yang belum terwujud.

Baca Juga :  Kantongi Restu Pemegang Saham, Paperocks (PPRI) Rombak Jajaran Direksi-Komisaris

Pada tahun 2007, proyek resmi mandek di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo, karena tidak ada kejelasan mengenai kelanjutannya. Upaya menghidupkan kembali proyek sempat muncul pada tahun 2013 saat Gubernur Joko Widodo memperkenalkan inisiatif baru bernama Jakarta Eco Transport (JET). Namun, inisiatif tersebut juga berakhir pada tahun 2015 setelah penggantinya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memutuskan menghentikannya. Alasan penghentian kala itu adalah ketidakmampuan kontraktor memenuhi 15 syarat yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta, dan tak satu pun syarat tersebut berhasil dipenuhi.

Adhi Karya selaku kontraktor telah mengerjakan pembangunan 90 tiang beton sejak tahun 2007. Tiang-tiang monorel itu kini berdiri kokoh sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. Keberadaan tiang-tiang tersebut telah lama menjadi polemik, dianggap mengganggu estetika kota dan memperburuk kemacetan lalu lintas, namun belum kunjung ditangani secara tuntas selama hampir dua dekade.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!