Emiten produsen roti dengan merek “Sari Roti”, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada kuartal III 2025. Laba bersih perusahaan mencapai Rp 65 miliar, naik 33,3% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 49 miliar. Penjualan sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat sebesar Rp 2,7 triliun.
Manajemen ROTI dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/10/2025), menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh momentum tahun ajaran baru. “Kategori Roti Manis dan Kue melengkapi permintaan produk Roti Tawar sebagai bekal anak-anak kembali masuk sekolah,” jelas manajemen. Saat ini, ROTI memiliki tiga merek utama, yaitu “Sari Roti”, “Sari Kue”, dan “Sari Choco”.
Sepanjang tahun 2025, Sari Roti aktif berinovasi dengan meluncurkan sejumlah produk baru. Beberapa di antaranya adalah Cream Messes Bun 6pcs, Cheesecake Duo, Mini Cupcakes, Croissant Chocolate, serta beberapa varian Dorayaki. Langkah ini dilakukan untuk memperluas pangsa pasar dan menarik minat konsumen.
Tantangan dan Optimisme di Tengah Pemulihan Ekonomi
Manajemen ROTI mengakui bahwa pemulihan daya beli konsumen masih menjadi tantangan utama. Namun, mereka melihat tren positif dalam volume permintaan produk roti dan kue sejak kuartal II 2025. Peningkatan ini diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun dan menjadi modal untuk pertumbuhan di tahun 2026.
Analis pasar melihat bahwa strategi diversifikasi produk dan kemampuan ROTI dalam membaca tren pasar menjadi kunci keberhasilan perusahaan. Momentum kembali ke sekolah, misalnya, dimanfaatkan secara optimal dengan menawarkan variasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. “Inovasi produk yang berkelanjutan dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen akan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan ROTI di masa depan,” ujar seorang analis.
Investasi Strategis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Sebelumnya, ROTI mengumumkan bahwa Leafgreen Capital Pte. Ltd. asal Singapura, bersama dengan Gateway Partners Group, telah menyelesaikan akuisisi Demeter Indo Investment Pte Ltd sebagai pemegang 22,2 persen saham Sari Roti. Demeter Holding melepas 1,3 juta sahamnya di ROTI kepada Leafgreen pada 9 September 2025. Langkah tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan Sari Roti di masa depan.
Wendy Yap, Pendiri dan Presiden Direktur Sari Roti, menyambut baik investasi ini. “Transaksi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan sektor konsumsi di Indonesia,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa Sari Roti memiliki prospek baik sebagai perusahaan produsen roti segmen massal terbesar di Indonesia.
Wendy Yap juga menuturkan bahwa pengalaman kedua investor tersebut sejalan dengan tujuan usaha perseroan. “Bersama, kami akan semakin memperkokoh posisi Sari Roti sebagai merek terpercaya pilihan keluarga. Terakhir, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada KKR atas kerjasama yang baik, delapan tahun terakhir telah menjadi suatu perjalanan yang luar biasa,” pungkasnya.






