Saham Big Banks Goyah: Investor Asing Pilih Wait and See

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Big Banks Goyah: Investor Asing Pilih Wait and See

Saham Big Banks Goyah: Investor Asing Pilih Wait and See

KanalHarian.com – Kinerja saham bank-bank besar atau yang dikenal sebagai big banks menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025. Tiga bank pelat merah mencatat penguatan, sementara saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru terkoreksi di tengah volatilitas pasar.

Hingga penutupan sesi perdagangan pukul 16.00 WIB, saham Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kompak mencatat kenaikan. Di sisi lain, BBCA, yang sempat menguat di awal sesi, akhirnya harus ditutup melemah. Harga saham BBCA mengakhiri perdagangan di level Rp 8.275 per saham, turun tipis 0,60 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Saham perbankan swasta terbesar ini sempat menyentuh level Rp 8.375 sebelum mengalami koreksi menjelang akhir sesi.

Sementara itu, saham bank-bank BUMN justru memamerkan performa yang lebih solid. BMRI menguat 2,71 persen, mencapai harga Rp 4.550 per saham, setelah sebelumnya sempat menanjak hingga Rp 4.590 sebelum sedikit terkoreksi. BBRI turut naik 0,79 persen, ditutup pada level Rp 3.850 per saham. BBNI memimpin penguatan di antara big banks dengan kenaikan signifikan 3,07 persen, ditutup di angka Rp 4.370 per saham.

Baca Juga :  Big Bank Terpeleset: Peluang Beli atau Jual? Analis Ungkap!

Menanggapi pergerakan pasar yang beragam ini, Kepala Riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menuturkan bahwa pasar tengah mencari keseimbangan pasca-keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen. “Sentimen untuk saham big banks sebenarnya netral cenderung positif karena ada jeda untuk efek penurunan BI rate di bulan lalu,” jelas Wafi. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada reaksi awal, fundamental perbankan tetap menjadi perhatian.

Situasi pasar saat ini mencerminkan dinamika yang menarik. Para investor cenderung bersikap hati-hati dalam mengakumulasi saham perbankan berkapitalisasi besar, sehingga pergerakan harga belum menunjukkan agresivitas yang signifikan. Kondisi ini menciptakan ruang bagi pelaku pasar untuk mengevaluasi lebih dalam, menunggu sinyal yang lebih jelas dari indikator makroekonomi domestik maupun global. Dengan suku bunga acuan yang stabil, sektor perbankan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dan mengoptimalkan strategi bisnis mereka di tengah ekspektasi yang berkembang.

Baca Juga :  LRT Jabodebek Mogok: Ratusan Penumpang Terlantar, Apa Penyebabnya?

Wafi memproyeksikan, saham big banks masih memiliki potensi untuk kembali rebound pada pekan depan. Ia pun merekomendasikan investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap. “Minggu depan ada potensi konsolidasi positif,” ujar Wafi. Ia menambahkan bahwa peluang kenaikan harga masih terbuka lebar, terutama jika terjadi pembelian bersih oleh investor asing dan sentimen dari data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda lebih jinak.

Lebih lanjut, Wafi menyarankan investor untuk melakukan akumulasi saham BBCA dan BMRI. Menurutnya, pergerakan saham kedua bank ini mulai menunjukkan tanda-tanda rebound. Dukungan datang dari laporan keuangan kuartal III yang solid serta rasio net interest margin (NIM) yang stabil, memperkuat fundamental bisnis kedua entitas perbankan tersebut.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!