KanalHarian.com – Kinerja saham bank-bank besar atau yang dikenal sebagai big banks menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025. Tiga bank pelat merah mencatat penguatan, sementara saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru terkoreksi di tengah volatilitas pasar.
Hingga penutupan sesi perdagangan pukul 16.00 WIB, saham Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kompak mencatat kenaikan. Di sisi lain, BBCA, yang sempat menguat di awal sesi, akhirnya harus ditutup melemah. Harga saham BBCA mengakhiri perdagangan di level Rp 8.275 per saham, turun tipis 0,60 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Saham perbankan swasta terbesar ini sempat menyentuh level Rp 8.375 sebelum mengalami koreksi menjelang akhir sesi.
Sementara itu, saham bank-bank BUMN justru memamerkan performa yang lebih solid. BMRI menguat 2,71 persen, mencapai harga Rp 4.550 per saham, setelah sebelumnya sempat menanjak hingga Rp 4.590 sebelum sedikit terkoreksi. BBRI turut naik 0,79 persen, ditutup pada level Rp 3.850 per saham. BBNI memimpin penguatan di antara big banks dengan kenaikan signifikan 3,07 persen, ditutup di angka Rp 4.370 per saham.
Menanggapi pergerakan pasar yang beragam ini, Kepala Riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menuturkan bahwa pasar tengah mencari keseimbangan pasca-keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen. “Sentimen untuk saham big banks sebenarnya netral cenderung positif karena ada jeda untuk efek penurunan BI rate di bulan lalu,” jelas Wafi. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada reaksi awal, fundamental perbankan tetap menjadi perhatian.
Situasi pasar saat ini mencerminkan dinamika yang menarik. Para investor cenderung bersikap hati-hati dalam mengakumulasi saham perbankan berkapitalisasi besar, sehingga pergerakan harga belum menunjukkan agresivitas yang signifikan. Kondisi ini menciptakan ruang bagi pelaku pasar untuk mengevaluasi lebih dalam, menunggu sinyal yang lebih jelas dari indikator makroekonomi domestik maupun global. Dengan suku bunga acuan yang stabil, sektor perbankan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dan mengoptimalkan strategi bisnis mereka di tengah ekspektasi yang berkembang.
Wafi memproyeksikan, saham big banks masih memiliki potensi untuk kembali rebound pada pekan depan. Ia pun merekomendasikan investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap. “Minggu depan ada potensi konsolidasi positif,” ujar Wafi. Ia menambahkan bahwa peluang kenaikan harga masih terbuka lebar, terutama jika terjadi pembelian bersih oleh investor asing dan sentimen dari data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda lebih jinak.
Lebih lanjut, Wafi menyarankan investor untuk melakukan akumulasi saham BBCA dan BMRI. Menurutnya, pergerakan saham kedua bank ini mulai menunjukkan tanda-tanda rebound. Dukungan datang dari laporan keuangan kuartal III yang solid serta rasio net interest margin (NIM) yang stabil, memperkuat fundamental bisnis kedua entitas perbankan tersebut.






