Marc Marquez, pembalap Ducati yang baru saja menyabet gelar juara dunia MotoGP 2025, kini harus menelan pil pahit. Ia dipastikan mengakhiri musim lebih awal setelah mengalami retak tulang belikat kanan akibat kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Insiden yang terjadi pada Minggu, 13 Oktober 2025, tersebut memaksa Marquez menjalani operasi darurat di Spanyol, yang meskipun berjalan sukses, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan penggemar dan tim.
Operasi terhadap cedera belikat Marquez telah berhasil dilakukan pada Senin pagi di Spanyol. Tim medis mengonfirmasi bahwa prosedur berjalan lancar, memberikan sedikit kelegaan di tengah kabar buruk. Namun, cedera yang dialami oleh Juara Dunia sembilan kali ini ternyata cukup serius, melibatkan retak pada tulang korakoid dan kerusakan ligamen vital di bahu kanan.
Dokter Pedro Luis Ripoll, ahli bedah yang menangani kasus ini, menuturkan bahwa prognosis cedera Marquez memang baik, tetapi proses pemulihan penuh akan memakan waktu yang tidak sebentar. “Ini cedera dengan prognosis yang baik, tetapi pemulihan penuh akan memakan waktu sekitar 16 minggu,” ujar Ripoll, dilansir dari *Crash*. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Marquez memerlukan setidaknya empat bulan untuk kembali prima.
Dengan estimasi waktu pemulihan tersebut, harapan untuk melihat Marquez kembali mengaspal pada sisa empat seri balapan MotoGP 2025 – yang meliputi seri Australia, Malaysia, Portugal, dan Valencia – secara praktis telah sirna. Absennya pembalap berusia 32 tahun ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim Ducati dan para penggemarnya. Ia diprediksi baru bisa kembali beraksi penuh pada tes pramusim MotoGP 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sepang, Malaysia, pada Februari mendatang.
Meskipun berhasil merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2025, insiden di Mandalika ini menjadi pengingat pahit akan kerasnya kompetisi dan risiko yang melekat pada olahraga balap. Seorang pembalap sekaliber Marquez, yang baru saja membuktikan ketangguhannya di usia 32 tahun, kini harus menghadapi tantangan terbesar di luar lintasan: kesabaran dalam proses pemulihan. Menjelang akhir musim yang seharusnya menjadi selebrasi atas pencapaiannya, ia justru harus berjuang melawan cedera, menggarisbawahi ironi dari keberhasilan dan kemalangan yang datang nyaris bersamaan.
Musibah yang menimpa sang juara dunia bermula dari insiden dramatis di lap pertama MotoGP Indonesia 2025. Motor Marquez dilaporkan ditabrak dari belakang oleh Marco Bezzecchi, menyebabkan benturan keras pada bahu kanannya. Insiden tak terduga inilah yang kemudian berujung pada cedera serius yang kini memaksa Marquez menepi dari lintasan.
Setelah menjuarai MotoGP 2025 dan kembali membuktikan dirinya masih sangat kompetitif di usianya yang ke-32, Marc Marquez kini harus mengesampingkan ambisi balapnya. Sang juara harus menunggu hingga musim depan untuk kembali menulis babak baru dalam kariernya.






