Pasar kripto global kembali merasakan tekanan signifikan menyusul pengumuman kebijakan tarif impor China oleh Presiden AS Donald Trump pada 10 Oktober 2025. Peristiwa ini memicu koreksi tajam di seluruh ekosistem mata uang digital, menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan investor.
Mengutip data Coin Market Cap pada Selasa (14/10) pukul 20.00 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 3,14%, menyusut menjadi US$ 3,75 triliun. Penurunan ini turut menyeret aset-aset kripto utama. Terpantau harga Bitcoin terkoreksi 3,24% dalam 24 jam terakhir. Tak hanya itu, altcoin terkemuka juga tak luput dari dampak negatif, dengan Ethereum merosot 4,25%, BNB anjlok drastis 10,19%, dan XRP kehilangan 5,83% nilainya dalam periode yang sama.
Volatilitas di pasar kripto semakin meningkat, ditandai dengan hilangnya kapitalisasi pasar mencapai US$ 730 miliar. Hal ini tidak hanya memengaruhi Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga membangkitkan kekhawatiran akan potensi risiko yang lebih luas di pasar ekuitas global pada Oktober 2025. Kerugian kapitalisasi pasar yang besar pada bulan tersebut menggarisbawahi sifat fluktuatif yang berkelanjutan dari mata uang digital. Meskipun pasar tengah lesu, minat institusional terhadap aset kripto dilaporkan tetap tinggi.
Mata uang kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan nilai yang signifikan, berdampak serius pada stabilitas pasar secara keseluruhan. Kekhawatiran saat ini berpusat pada potensi penularan risiko lintas pasar, di mana gejolak di sektor kripto dapat merembet ke pasar keuangan tradisional.
Situasi yang terjadi ini memiliki kemiripan dengan “flash crash” pada Maret 2020. Saat itu, kombinasi leverage dan sentimen negatif memicu aksi jual beruntun yang masif. Namun, contoh-contoh sebelumnya juga menunjukkan bahwa pasar kripto memiliki potensi untuk pulih dengan cepat, terutama seiring dengan meningkatnya perhatian dan regulasi dari pihak berwenang.
“Volatilitas yang berkelanjutan di pasar mata uang kripto menjadi pengingat akan perlunya manajemen risiko yang lebih kuat di semua kelas aset,” tegas John Doe, CEO CryptoExchange Inc., sebagaimana dikutip dari Coin Market Cap pada Selasa (14/10).






