IHSG 9.000 di 2025? Ini Kata BEI Soal Proyeksi Optimis

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG 9.000 di 2025? Ini Kata BEI Soal Proyeksi Optimis

IHSG 9.000 di 2025? Ini Kata BEI Soal Proyeksi Optimis

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, merespons proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang optimistis dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya memprediksi IHSG berpotensi menyentuh level 9.000 pada akhir 2025 dan bahkan melambung hingga 32.000 dalam sepuluh tahun ke depan. Menanggapi hal tersebut, Iman menegaskan bahwa BEI lebih menitikberatkan pada penguatan fundamental pasar sebagai penopang utama pergerakan indeks, ketimbang fokus pada angka target spesifik. Pernyataan ini disampaikan Iman dalam konferensi pers RUPSLB BEI secara daring pada Rabu (29/10), menyusul pandangan Menteri Keuangan sehari sebelumnya.

Iman Rachman menuturkan bahwa harapan akan kenaikan indeks saham selalu ada, terlepas dari berapa pun angkanya. Ia menjelaskan, pembahasan mengenai level IHSG sebaiknya diarahkan pada upaya sistematis untuk memperkuat fondasi pasar modal, bukan sekadar terjebak pada spekulasi angka prediksi. Menurutnya, pencapaian IHSG adalah cerminan dari serangkaian langkah dan inisiatif yang dilakukan di pasar.

Baca Juga :  Rekomendasi Saham CPIN, INCO, SMRA: Raih Untung Rabu Ini!

“Kemarin kita bicara terus terang 8.000 masih keniscayaan, dan ternyata bisa tercapai bahkan lebih cepat dari target. Artinya, kita tidak diskusi mengenai IHSG-nya, tapi upaya-upaya apa yang dilakukan yang berdampak pada IHSG. IHSG menurut saya adalah hasil,” jelas Iman, menggarisbawahi filosofi BEI yang menekankan pada proses dan kualitas.

Perspektif BEI yang diutarakan Iman Rachman menunjukkan bahwa angka indeks merupakan barometer kinerja pasar secara keseluruhan, yang sejatinya terbentuk dari fondasi ekonomi yang kuat serta kualitas perusahaan yang melantai di bursa. Dalam pandangan ini, fluktuasi indeks bukan sekadar permainan angka, melainkan akumulasi dari pertumbuhan riil, tata kelola yang baik, dan kepercayaan investor yang didukung oleh fundamental emiten. Tanpa kualitas dasar yang solid, aktivitas perdagangan yang ramai sekalipun tidak akan mampu mengangkat nilai kapitalisasi pasar secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Apa Dampaknya Besok?

Di sisi lain, kinerja pasar saham tidak melulu ditentukan oleh tingginya volume aktivitas perdagangan. Iman mengimbuhkan, fundamental emiten memegang peranan krusial dalam pertumbuhan indeks. “Tidak hanya bisa bicara, oh trading-nya ramai, tapi kalau fundamental perusahaan juga tidak bagus, ya tidak naik market cap-nya. Jadi banyak hal yang mempengaruhi terkait dengan IHSG,” pungkasnya, menunjukkan kompleksitas faktor penentu pergerakan indeks.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memancarkan optimisme besar terkait prospek IHSG. Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada Selasa (28/10), ia menyampaikan proyeksinya bahwa IHSG bisa mencapai 9.000 pada akhir tahun ini dan melonjak hingga 32.000 dalam satu dekade mendatang. Proyeksi ambisius ini, menurutnya, ditopang oleh prospek ekonomi nasional yang solid serta tren peningkatan aktivitas bisnis di tanah air yang terus berlanjut.

Baca Juga :  Pertamina Dorong UMKM Go Global: Kisah Sukses dari Rumah Binaan

“Akhir tahun ini berapa? 9.000, 10 tahun lagi ke depan berapa? 32.000. Orang bilang saya bohong ngomong sembarangan. Tapi itu berdasarkan dari pengalaman 30 tahun, 20 tahun terakhir, 25 tahun terakhir,” ujarnya, menegaskan keyakinannya yang berakar pada analisis historis.

Berita Terkait

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025
Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?
Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya
DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025
KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!
Onadio Leonardo Sehat! Hasil Pemeriksaan Polres Jakbar Bikin Lega
Harga Batubara Anjlok Akhir Tahun? Investor Waspada!
Window Dressing Mengintai? Peluang dan Risiko IHSG Bulan Ini

Berita Terkait

Selasa, 4 November 2025 - 11:22 WIB

ABMM Tertekan: Laba Investama Anjlok di Kuartal III-2025

Selasa, 4 November 2025 - 10:06 WIB

Kimia Farma Merugi Ratusan Miliar Investor Cemas?

Selasa, 4 November 2025 - 07:11 WIB

Awas! BPOM Bongkar 15 Produk Herbal Ilegal Berbahaya

Selasa, 4 November 2025 - 00:56 WIB

DEX Pintu Meledak! Pengguna Baru Melonjak 490% di Kuartal III-2025

Senin, 3 November 2025 - 20:46 WIB

KPK Sikat Dinas PUPR Riau: OTT Gegerkan Publik!

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!