
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa pelatih kawakan Shin Tae-yong tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk kembali menukangi Timnas Indonesia. Penegasan ini disampaikan di Jakarta pada Kamis (23/10/2025) malam, di tengah pencarian pelatih baru menyusul kekosongan kursi kepelatihan.
Kondisi ini muncul setelah PSSI dan Patrick Kluivert mengakhiri kerja sama mereka. Kluivert dilepas dari jabatannya setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Skuad Garuda harus terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, menempati posisi juru kunci Grup B tanpa raihan poin.
Dalam putaran tersebut, Jay Idzes dan kawan-kawan menelan kekalahan 2-3 dari tuan rumah Arab Saudi di King Abdullah Sports City Stadium pada 9 Oktober 2025. Tiga hari berselang, pada 12 Oktober 2025, Timnas Indonesia kembali takluk 0-1 dari Irak di stadion yang sama.
Seiring dengan pencarian pengganti, sejumlah nama pelatih sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi eks pelatih Shin Tae-yong, pelatih asal Uzbekistan Timur Kapadze, Jesus Casas, hingga Frank de Boer. Namun, harapan bagi penggemar yang merindukan sosok Shin Tae-yong kembali tampaknya harus pupus.
Menanggapi peluang kembalinya Shin Tae-yong, Erick Thohir menuturkan kepada KanalHarian.com, “Shin Tae-yong itu masa lalu. Peluangnya 0 persen.” Pernyataan tegas ini secara resmi mencoret nama pelatih asal Korea Selatan tersebut dari daftar kandidat pelatih kepala Skuad Garuda.
Meskipun pintu telah tertutup bagi Shin Tae-yong, PSSI terus bergerak dalam menentukan sosok yang akan memimpin Timnas Indonesia selanjutnya. Erick Thohir menjelaskan, “Saya masih harus membahasnya dengan Direktur Teknik Alexander Zwiers, Komite Eksekutif PSSI, dan Badan Tim Nasional.” Langkah ini menunjukkan bahwa PSSI sedang menempuh proses seleksi yang cermat dan melibatkan berbagai pihak terkait.
Nama Shin Tae-yong memang tidak asing dan sangat harum di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia menjadi arsitek penting yang membawa Timnas Indonesia melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebelum tongkat estafet kepelatihan berpindah.
Selain itu, Shin Tae-yong juga berhasil meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Asia 2023 dan Piala Asia 2027. Kontribusi terbesarnya juga terlihat saat ia membawa Timnas U-23 Indonesia mencapai babak semifinal Piala Asia U-23 2024, sebuah pencapaian bersejarah bagi sepak bola muda Indonesia.
Popularitas Shin Tae-yong di mata publik sepak bola Indonesia memang tak terbantahkan, didukung oleh sejumlah prestasi gemilang yang ia ukir. Namun, keputusan tegas Erick Thohir untuk menganggapnya sebagai “masa lalu” mencerminkan arah baru PSSI yang ingin membuka lembaran baru. Hal ini menandakan bahwa PSSI tampaknya bertekad mencari pelatih yang tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga visi jangka panjang yang mungkin berbeda, demi membentuk fondasi tim nasional yang lebih solid dan berkelanjutan di masa mendatang, meskipun harus mengesampingkan sentimen publik.
Pembahasan intensif yang melibatkan Direktur Teknik, Komite Eksekutif, dan Badan Tim Nasional menjadi krusial untuk menemukan sosok pelatih yang tepat. PSSI kini dihadapkan pada tugas besar untuk memilih pemimpin baru yang mampu membawa Timnas Indonesia kembali bangkit dan mencapai level tertinggi di kancah sepak bola internasional.






