Cengkeh Terkontaminasi Cesium 137: Ancaman Baru Kesehatan?

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cengkeh Terkontaminasi Cesium 137: Ancaman Baru Kesehatan?

Cengkeh Terkontaminasi Cesium 137: Ancaman Baru Kesehatan?

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium 137 (Satgas Penanganan Cs-137) mengonfirmasi bahwa hanya satu kontainer cengkeh yang disinyalir atau terduga terkontaminasi zat radioaktif Cesium 137. Kontainer yang menjadi sorotan tersebut dijadwalkan akan tiba di Surabaya pada 29 Oktober 2025.

Bara Krishna Hasibuan, Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-137, menuturkan pernyataan ini yang dikutip oleh Antara pada Senin, 20 Oktober 2025. Ia menegaskan bahwa sejauh ini, hanya satu kontainer yang masuk dalam kategori “suspect” Cesium-137.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Cs-137 telah bergerak cepat dengan melakukan pengecekan lapangan, termasuk meninjau kesiapan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kesiapsiagaan pelabuhan ini krusial dalam menangani kedatangan kontainer-kontainer berisi cengkeh dari Amerika Serikat dalam waktu dekat. Dari total 12 kontainer yang dikirim ke Amerika Serikat, hanya satu yang teridentifikasi terkontaminasi. Sementara itu, 11 kontainer lainnya yang sedang dalam perjalanan menuju AS telah diinstruksikan untuk kembali ke Surabaya.

Baca Juga :  Micro-Fulfillment vs Cloud Kitchen, Siapa Raja Logistik Grocery Tercepat?

Satgas juga telah mengarahkan agar pemeriksaan menyeluruh dilakukan, baik di pelabuhan maupun di laboratorium uji, saat kontainer cengkeh yang terduga terpapar zat radioaktif itu tiba di Surabaya. “Jika terbukti terdapat kontaminasi Cs-137, produk tersebut akan segera dimusnahkan demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” kata Bara, menekankan komitmen pemerintah dalam melindungi publik.

Di sisi lain, Bara menyampaikan kabar baik terkait fasilitas pengolahan cengkeh milik PT Natural Java Spice (NJS) di Surabaya dan perkebunan cengkeh di Pati, Jawa Tengah. Kedua area ini dinyatakan bebas dari kontaminasi Cesium 137, sehingga statusnya ditetapkan sebagai “clean and clear”.

Sementara itu, di Lampung, Satgas melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) gencar melakukan investigasi paparan Cesium-137 di enam lokasi berbeda. Area yang ditelusuri meliputi industri peleburan logam, gudang pengepul cengkeh, perkebunan cengkeh penyuplai PT NJS di tiga kecamatan, serta satu lokasi pemetaan awal di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Baca Juga :  Firefox Perangi Ekstensi Mata-mata, Kebijakan Privasi Baru Berlaku 3 November

Dari hasil pengambilan sampel cengkeh, air, dan tanah di lima titik lokasi oleh Bapeten, teridentifikasi adanya kontaminasi Sesium-137 pada sebagian kecil komoditas cengkeh di Lampung Selatan. Namun, pengukuran menunjukkan bahwa kadar paparan radiasi berada dalam kisaran yang sangat rendah dan dipastikan tidak akan menimbulkan dampak kesehatan langsung bagi warga setempat. Komoditas lain yang juga ditemukan di daerah tersebut, seperti kopi, coklat, pinang, dan cabai Jawa, dinyatakan sepenuhnya bebas dari kontaminasi. Selanjutnya, tim akan melanjutkan pengujian sampel cengkeh dan tangkai cengkeh secara lebih mendalam di laboratorium milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Langkah sigap Satgas Penanganan Cs-137 dalam menindaklanjuti temuan ini menunjukkan komitmen serius pemerintah terhadap keamanan pangan dan keselamatan masyarakat. Meskipun tingkat kontaminasi yang terdeteksi tergolong sangat rendah dan tidak menimbulkan risiko kesehatan langsung, tindakan pencegahan yang ketat tetap menjadi prioritas utama. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang beredar di pasaran, baik domestik maupun ekspor, sepenuhnya bebas dari potensi bahaya radiasi. Hal ini juga penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan reputasi komoditas ekspor Indonesia di mata dunia.

Baca Juga :  Redmi Watch 6 Resmi Rilis, Tawarkan Bodi Aluminium dan Layar 2.000 Nits

Menanggapi situasi ini, Bara mengimbau, “Kami merekomendasikan agar cengkeh tersebut tidak diperdagangkan sampai dengan hasil uji keluar secara resmi.” Kendati demikian, ia juga memberikan jaminan bahwa pasar ekspor cengkeh di Amerika Serikat tetap terbuka, menandakan bahwa insiden ini tidak secara signifikan mengganggu jalur perdagangan internasional.

Berita Terkait

Implementasi Platform AI Enterprise dalam Transformasi Digital Perusahaan Manufaktur 2026
Silverfort, Solusi Perlindungan Aset Digital Terbaik di Era Ancaman Siber
QRIS: Jejak Digital Jadi Kunci Kredit, Peluang Baru Terbuka!
Bahaya Cesium-137: Pemerintah Amankan 426 Ton Limbah Nuklir!
Nokia Validasi Pivot AI, Kantongi $1 Miliar Investasi Strategis Nvidia
Menu Start Windows 11 Baru Diluncurkan Bertahap via Update Pratinjau
Firefox Perangi Ekstensi Mata-mata, Kebijakan Privasi Baru Berlaku 3 November
Intel Pangkas 35.500 Karyawan dalam 2 Tahun, Fokus Ramping dan Laba

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:22 WIB

Implementasi Platform AI Enterprise dalam Transformasi Digital Perusahaan Manufaktur 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:22 WIB

Silverfort, Solusi Perlindungan Aset Digital Terbaik di Era Ancaman Siber

Sabtu, 1 November 2025 - 16:16 WIB

QRIS: Jejak Digital Jadi Kunci Kredit, Peluang Baru Terbuka!

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:30 WIB

Bahaya Cesium-137: Pemerintah Amankan 426 Ton Limbah Nuklir!

Rabu, 29 Oktober 2025 - 10:33 WIB

Nokia Validasi Pivot AI, Kantongi $1 Miliar Investasi Strategis Nvidia

Berita Terbaru

Warning! This link is a trap for bad bots! Do not follow this link or you're IP adress will be banned from the site!